SPBU Sungai Lilin Diduga Utamakan Jerigen

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatea – Menjelang Lebaran ini pihak Pertamina terus mensuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar tidak teradinya kelangkaan BBM bagi pemudik dan pihak SPBU harus mengutamkan mengisi kendaraan bukan mengisi derigen.

Namun di SPBU Sungai Lilin sering diprotes warga karena sering kehabisan BBM khususnya premium hal ini diduga disebabkan pihak SPBU sepertinya mengutamakan pengisian dirigen akibatnya menghambat masyarakat ingin mengisi kendaraannya.

Berdasarkan pantauan dilapangan (12/6) disisi pompa terlihat puluhan dirigen telah mengantri minta diisi padahal puluhan kendaraan mengantri ingin mengisi kendaraannya.
Anehnya, pegawai SPBU tersebut bukannya kendaraan yang didahulukan melainkan dirigen diutamakan sehingga membuat kendaraan yang mengantri protes atas ulah pegawai tersebut.

Salah seorang pengendara roda empat berinovasi AG yang menyaksikan sendiri kelakuan oknum pegawai SPBU Sungai Lilin, menjelaskan bahwa pegawai SPBU Sungai Lilin mengisi BBM di dalam puluhan jerigen yang di susun berjejer padahal di situ ada security namun kayaknya ini sudah bisa dan berjalan cukup lama.

‎Saya menyaksikan sendiri pak, kebetulan sekali saat itu mobil saya tepat di belakang. Terpaksa saya harus menunggu sampai semua jerigen berjejer itu terisi baru giliran saya”, jelasnya kepada media ini, katanya Selasa kemarin.

Kata AG melihat adegan itu dirinya langsung mengambil gambar secara diam-diam dari dalam mobil miliknya menggunakan hanphone.

Saya mau tegur tapi saya sedikit takut karena saya sendiri hanya lewat dan singgah isi BBM di SPBU Sungai Lilin itu, karena milihat ada kejadian itu saya diam-diam ambil gambar, ya sekalian untuk menghilangkan kejenuhan karena menunggu terlalu lama karena pegawai SPBU masih isi BBM di dalam puluhan jerigen yang berjejer itu, ungkapnya.

Dia juga berharap kepada pihak aparat dan pemerintah yang terkait sesegera mungkin untuk bisa mengatasi persoalan itu, karena di duga kuat akibat ulah pegawai SPBU dengan bermain minyak SPBU yang berlogo pertamina seolah separti milik pribadi ini dan yang di duga mendapat fee maka seperti itu sering terjadi kelangkaan BBM di Sungai Lilin,” (Sudarmanto/Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *