Bupati Askolani, Bangga Kabupaten Banyuasin Menjadi Contoh Based Marking Lokus RSSH ATM Tahun 2023

  • Bagikan
Bupati Banyuasin Terima Kunker TWG RSSH AIDS-Tuberculosis-Malaria (ATM) Menuju Banyuasin Sehat

Banyuasin – Meteorsumatera

Bupati Banyuasin H Askolani terima Kunker TWG RSSH dan asistensi bersama OPD Badan Kantor Lembaga Organisasi lain diluar Sektor Kesehatan di Kabupaten Banyuasin. Kunjungan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Rabu 30 November 2022.

Technical Working Group (TWG) merupakan Kelompok Kerja permanen di CCM untuk komponen HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria dan Penguatan Sistem Kesehatan ( RSSH ) ATM dalam rangka upaya eliminasi HIV/Aids, TBS dan Malaria di Tahun 2030 dan sebagai tindaklanjut petunjuk teknis integrasi ATM ( Aids- TBC – Malaria ) dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Bupati H.Askolani menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi atas perencanaan dan penganggaran upaya penanggulangan ATM di daerah masing-masing, terutama pada Kabupaten/Kota lokus RSSH ATM Tahun 2023. Serta meningkatkan sumber daya pemerintah daerah serta partisipasi para pihak kunci untuk mengakhiri epidemi.

”Saya Bangga Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu contoh Based Marking lokus RSSH ATM Tahun 2023 salah satu upaya Pemkab Banyuasin yaitu mengeluarkan PP-ATM Tahun 2023 seperti Penyusunan Raperbup dalam Penanggulangan penyakit termasuk didalamnya PP-ATM,Penyusunan RAD-ATM 2023-2024, Penyusunan instrument monev PP-ATM, Rapat Rutin Tim Satgas PP-ATM, Pembuatan Data Base Penerima Bantuan PMT Bagi Pasien TB dari Keluarga Tidak Mampu”, jelasnya.

Bupati H.Askolani juga menjelaskan Kabupaten Banyuasin memiliki 7 program Unggulan dan 12 Gerakan bersama Masyarakat seperti Program Banyuasin Sehat yang terdapat Gerakan Begesah (Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat).

“Dalam mencegah ATM sebenarnya telah selaras dengan 12 Gerakan Bersama masyarakat khususnya Begesah, namun secara umum masih ada gerakan yg menunjang kesehatan secara umum seperti Gertas, Gerbang Tobaru, Gemar Tugas, Pulauan Bueh dan Gerakan Peduli Sampah. Gerakan ini telah kami sampaikan hingga ketingkat desa dan kelurahan dalam menuju visi Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera” tegasnya.

Menurut Staff Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI DR. Slamet, MHP mengatakan pemangku kepentingan tingkat nasional telah menetapkan konsensus dalam rangka menentukan intervensi terhadap prioritas masalah. Maka masing-masing komponen penyakit telah menetapkan strategi dan rencana aksi untuk dicapai. Diharapkan terjadi ending ATM pada tahun 2030.

Dalam sistem desentralisasi yang sudah diberlakukan di Indonesia, walaupun upaya kesehatan adalah tanggung jawab Kementerian Kesehatan, namun tidak secara otomatis memiliki kewenangan terhadap manajemen sumber daya bagi pelaksanaan berbagai strategi penanggulangan seperti yang dimuat dalam masing-masing strategi dan rencana aksi nasional. Diperlukan kepemimpinan serta manajemen program oleh Pemerintah Daerah ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kemudian Kementerian Kesehatan dan secara umum oleh Kementerian Dalam Negeri melakukan pembinaan dan pengawasan secara teknis.

”Dibutuhkan kerjasama lintas sektor dengan pembagian tugas dan peran. Melakukan koordinasi dan komunikasi efektif lintas program dan lintas sektor. Merencanakan tujuan, sasaran, prioritas, strategi dan program, dan. Memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan sampai tingkat desa sehubungan dengan program pencegahan dan penanggulangan ATM di Kabupaten Banyuasin dengan melibatkan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintahan Desa”, ungkapnya.

Koordinator Regional Sumatera dan Kalimantan SR Adinkes Dr. Iskandar sangat bangga dan mengapresiasi Kabupaten Banyuasin telah di jadikan Based Marking atau contoh untuk Kabupaten/ Kota Lainya.

” Pasca pandemi covid -19 masih ada 3 penyakit ini yang harus dan dapat ditanggulangi sesegera mungkin melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan adanya hasil Pencapaian dari Kabupaten Banyuasin merupakan hasil untuk Sumatera Selatan dan hasil Provinsi Sumatera Selatan adalah hasil untuk Republik Indonesia”, katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Dr. dr Rini Pratiwi M.Kes menyampaikan Target HIV aids di Banyuasin 19.209 yang diperiksa 8.332 positif 21 orang
Capaian kasus yang ditemukan dan diobati Kabupaten Banyuasin menepati Peringkat Ke-3 provinsi Sumsel setelah Kabupaten Muara Enim dan Kota Palembang.
Sementara itu Capaian Program Malaria terdapat 2 kasus yang merupakan impor dari Lampung Yang dirawat di Puskesmas Simpang Rambutan Kecamatan Rambutan dan Puskesmas Jakabaring Kecamatan Rambutan.

“Penyebab Capaian ini Rendah dikarenakan Sarana dan prasarana serta alat peraga pendukung kegiatan masih kurang dan terbatas, SDM Puskesmas yang kompeten dan terlatih masih kurang dan terbatas, disamping itu masih sering terjadi rotasi tugas petugas kesehatan, Beberapa terobosan dan inovasi program untuk meningkatkan capaian program dan atau menurunkan kasus penyakit belum berjalan efektif, Realisasi capaian program dimasa pandemi Covid 19 ini belum berjalan efektif”, jelasnya.

dr. Rini juga menjelaskan untuk pelayanan Program AIDS di Kabupaten Banyuasin sudah ada 39 layanan VCT, 33 layanan sudah diset up PDP dan 7 layanan PDP sudah aktif. Dan untuk pelayanan Program TB di Kabupaten Banyuasin 33 Puskesmas, 6 Rumah Sakit, 3 Lapas, serta 4 alat TCM serta untuk pelayanan Program Malaria di Kabupaten Banyuasin ada di 33 Puskesmas dan 6 Rumah Sakit.

Kunjungan TWG RSSH dan asistensi bersama OPD Badan Kantor Lembaga Organisasi lain diluar Sektor Kesehatan di Kabupaten Banyuasin ini diakhiri dengan Penandatanganan kesepakatan Bersama Pemkab Banyuasin dalam hal ini Staff Ahli Kemenkes RI, Adinkes dengan Bupati Banyuasin, Kepala Bappeda Kadinkes Banyuasin Kepala PMD, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Turut Hadir Staff Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI DR. Slamet, MHP, Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes RI Nurlatifah, Project Associate UNDP Eko Cipako Simano, Koordinator Regional Sumatera SR Adinkes Dr. Iskandar, Koordinator Onev SR Adinkes Caprina Runggu, SKM, M.Epid, TMU National Tuberculosis Program Bawa Waryuningtyas TO RSSH Sekretariat CCM Ciptaningtyas Rahayu, Kepala Bappeda Banyuasin Ir. Kosarudin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba (Ketua Adinkes Prov. Sumatera Selatan) H.Azmi Dariusmansyah, Para Asisten Staff Ahli dan Staff khusus Para Kepala OPD, Kades dan Tamu Undangan Lainya. (Manda-Diskominfo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *