Kejelasan Dugaan Kasus Penganiayaan Tiara Masih Tanda Tanya, Korban Belum Bisa Mendatangkan Saksi

  • Bagikan

Banyuasin – Meteorsumatera

Tiara Binti Ripani, 21 tahun  warga RT 13 RW 07 Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin mengeluh atas kejelasan pengungkapan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Jumat 17 Desember 2022 tahun lalu, saat dirinya pulang menonton pesta Orgen Tunggal (OT) bersama teman-temannya.

Kemudian datang seorang wanita bernama LD (39) menghadang dan memarahinya lantaran diduga cemburu karena suaminya TH (41) hendak mengantar, tanpa bicara langsung menjambak rambut dan menampar muka serta memukul leher Tiara.

Tak puas, sorenya LD mendatangi kediaman Zakaria (37) di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, tanpa basa-basi langsung menyerang membabi buta dengan membawa sebilah pisau, beruntung waktu kejadian Zakaria dan istrinya Nia Daniati (36 ) ada di rumah, kejadian tersebut langsung dilerai.

Pengakuan korban, dari kejadian tersebut korban mengalami luka goresan pisau di bagian leher depan dan belakang, serta mengalami luka gigitan sebanyak dua kali di tangan kiri dan benjolan di kepala akibat benturan benda tumpul dan melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian dengan bukti lapor Nomor : STTLP/B-223/XII/2021/SUMSEL/RES BANYUASIN.

AKBP Imam Safi’i Kapolres Banyuasin melalui IPDA Tri Nensy Nirmalasary Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) “Sampai saat ini kasus pengaiayaan yang menimpa atas nama Tiara masih dalam tahap penyelidikan, belum naik ke tingkat lidik, itu kenapa karena satu saksi (Zakaria-red) masih belum bisa hadir memenuhi undangan kami dan itu menjadi kendala kami dalam proses penyelidikan kasus ini, untuk saksi kami masih minim,” ujarnya.

Kepada wartawan, korban Tiara bersama Harahap (40) sang paman “Saya sudah tiga kali mengatar surat panggilan saksi dari Polres” ungkapnya. Kesulitan yang didapati adalah kami tidak dapat menghadirkan saksi dikarenakan saat ini sulit ditemui dan komunikasi melalui telepon pun sudah diblokirnya.
Untuk itu kami berharap pihak kepolisian dapat membantu keadilan untuk kami dan pelaku dapat dihukum dengan sesuai. (SMSI Banyuasin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *