Polsek Talang Kelapa Berhasil Ungkap Kasus Praktik “Dukun Palsu”

  • Bagikan
Polsek Talang Kelapa Dalam Press Release Pengungkapan Kasus Praktik "Dukun Palsu"

Banyuasin – Meteorsumatera

Puluhan ibu-ibu muda mendatangi Mapolsek Talang Kelapa (Takel) untuk menyaksikan Press Release yang digelar dalam pengungkapan beberapa kasus pidana meliputi kasus Begal, kasus bermodus penggandaan uang serta kasus penipuan bermodus melakukan praktik dukun palsu bisa membuat ibu-ibu yang belum bisa mendapatkan keturunan bisa hamil dengan persyaratan tertentu.

Namun setelah ditunggu-tunggu hasil dari praktik tersebut tidak juga hasil ratusan ibu-ibu ini merasa telah tertipu dan melaporkan kasus ini ke Polsek Talang Kelapa dan pihak Polsek langsung menindaklanjuti dan mengamankan tiga tersangka wanita ini yakni berinisial S bertindak sebagai dukun palsu, DW sebagai tenaga kesehatan salah satu perannya memberikan obat-0batan kepada pasien dan mengaku sebagai Bidan. Kemudian MA bertugas mencatat pasien dan mensugesti pasien.

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo

Begini Kronologinya ungkap Kapolsek Talang Kelapa Polres Banyuasin, Kompol Sigit Agung Susilo dalam Press Release Selasa 29 Maret 2021 menjelaskan bahwa, menindaklanjuti pengaduan dari korban yang merasa tertipu oleh praktik perdukunan ini, pihaknya berhasil mengamankan tiga orang tersangka dengan peran masing-masing. Ketiga tersangka ini diamankan ditempat praktiknya dilokasi diseputaran Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Senin 28 Maret 2022 sekira pukul 17.00 Wib sore.

Dikatakan Perwira Polisi berpangkat Komisaris Polisi tersebut, salah satu terangka S ini hanyalah tukang urut capek saja, saat menjalankan aksinya para terangka ini memberikan beberapa syarat yang harus dilakukan korbannya.

Syaratnya lanjut Kapolsek, korban ini diberikan beberapa syarat diantaranya minum air garam, makan ikan lele bakar dan makan bunga melati termasuk juga tidak boleh mengecek kehamilan di tempat lain, jelas nya.

Jika melanggar persyaratan itu janin akan hilang atau mengalami keguguran, lanjut Kompol Sigit didampingi Kanit Reskrim dan anggota lainnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah melakukan praktek tersebut selamat 3 tahun dan sudah memakan korban mencapai 300 orang mungkin bisa lebih karena ada yang belum melapor dengan alasan malu, tambah Kapolsek.  Atas perbuatan nya tersangka diancam hukuman dengan pasal penipuan 378 dengan ancaman paling lama 4 tahun, tegas Kapolsek.

Sementara itu, SF salah satu korban para tersangka ini mengatakan bahwa dirinya mengenal dukun palsu yang sering disebut Tete ini dari teman dan berusaha untuk memperoleh keturunan karena sudah 13 tahun menikah belum memperoleh keturunan dan dirinya menemui tersangka. Setelah mengikuti apa yang di syaratkan tersangka selanjutnya setelah di tes kehamilan ditempat tersangka praktik dirinya positif.

Tentusaja saya dan suami sangat senang namun setelah saya mendengar dari teman yang merasa tertipu oleh tersangka, awalnya wanita 32 tahun tersebut tidak percaya dan untuk meyakinkan dirinya dan suami di USG ternyata memang kosong atau tidak hamil, ujarnya.

“Saya perkirakan telah menghabiskan dana sekitar 5 jutaan, harapan saya kepada para tersangka ini jangan diulangi lagi perbuatan kejam seperti ini,”kata wanita berhijab warga KM 12 tersebut. (AD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *