Muhammad Nasir : Pembangunan Jembatan Rantau Bayur Kurang Perencanaan

  • Bagikan

Banyuasin – Meteorsumatera

Panitia Khusus (Pansus) 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin menggelar rapat atas Laporan Keuangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banyuasin Tahun 2021 bersama Kepala DPKAD, Kepala Bappeda serta Bapenda dan Pimpinan dan Anggota Pansus 1 DPRD Kabupaten Banyuasin dihotel Wyndam Jakabaring, Selasa 22 Maret 2022 siang.

Pada rapat tersebut, Anggota DPRD Banyuasin, Muhammad Nasir, S.Si mempertanyakan kejelasan dana bantuan Gubernur (Bangub) Sumatera Selatan Tahun 2021. Kemudian Kabupaten Banyuasin mengalokasikan anggaran yang telah digelontorkan pada Bangub tersebut sebesar Rp 36, 6 Miliar dipergunakan untuk pembangunan jembatan Rantau Bayur.

Setelah ditanyai anggota DPRD Banyuasin dari Fraksi Golkar tersebut pembangunannya terhambat ternyata dikarenakan belum adanya fasilitas pendukung seperti akses jalan poros menuju jembatan penyebrangan tersebut.

Mendengar penjelasan tersebut sontak membuat Calon Bupati Musi Banyuasin (MUBA) tersebut emosi dan dengan tegas dia mengatakan bahwa pembangunan ini jelas ada kesalahan dalam perencanaan. Bagaimana kalau kita bicara tentang jembatan ini awalnya kalau kita tidak jelas manfaatnya untuk apa. Kalau kita tidak jelas nantinya kontribusi dari Kabupaten Muara Enin itu seperti apa?

Kita sendiri kemampuan untuk membebaskan lahan, membebaskan tanah untuk pembangunan jalan seperti apa? ini artinya dipaksakan, mestinya kemarin pada saat ada Bangub tahun 2021 jangan dulu kita bangun pakai dana Rp 36 Miliar itu cuma menghabiskan dana saja, cuba kita bangun ditempat lain saja. Kita tidak perlu berpolitik dengan rakyat ini, menurut saya ini pemborosan anggaran hilang saja kegunaannya tidak jelas.

Kegiatan pembangunan jembatan ini tahun 2008 kemudian dilanjutkan tahun 2020 dari Bantuan Gubernur (Bangub) senilai Rp 36,6 Miliar. Untuk tahun 2021 ini belum ada anggaran dan tahun 2022 belum ada ceritanya kalau mengharapkan Bangub sedangkan melalui APBD Banyuasin tidak mugkin bisa, tegas dia.

“Seharusnya di perencanaan keuangan daerah ini kebijakan harus cermat dan teliti, harus bisa memilih mana yang prioritas dan yang tidak prioritas, jangan kita berpura-pura ada uang padahal kita tidak punya anggaran, kasihan pak dengan rakyat pak, jangan kita korbankan mereka,”tutupnya.

Apalagi sambung Politisi Partai Golkar tersebut adanya persoalan teknis didalam pembangunan jembatan tersebut meliputi panjang bentang antara tiang satu ketiang lainnya berlebih hingga 5 meter, untuk memperbaikinya harus mencari teknol;ogi canggih,”Saya kira itu tidak bisa dilakukan oleh kontraktor lokal,” Tutupnya. (AD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *