Diduga PT SAL Ganggu Ekosistem Sungai, Warga Desa Ngunang Meminta DLH MUBA Cek Kelapangan

  • Bagikan

MUBA – Meteorsumatera

Masyarakat Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) tercatat ada empat (4) Sungai didesa mereka dinyatakan rusak diduga akibat ekspansi dan aktivitas perusahaan Pt Sawit Agri Lestari (SAL) yang selama ini beroperasi didaerah tersebut mengakibatkan ekosistem sungai terganggu. Selain itu berdampak juga pada ancaman banjir. Ke- 4 Sungai tersebut meliputi Sungai Kemayan, Sungai Aliran Batu Putih, Sungai Bariak, Sungai Empang Serut dan Sungai Tutupan 12.

Hal tersebut diungkapkan masyarakat Desa Ngunang ketika dijumpai media ini, Selasa 22 Maret 2022 lalu. Mereka meminta agar secepatnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin untuk turun kelokasi agar mengetahui kebenaran yang sesunggunya dan mengharapkan pihak DLH  dan dinas terkait lainnya jengan hanya mendengar dari pihak perusahaan saja.

Menurut Musro Wilopo menjelaskan bahwa semenjak berdiri nya perusahaan itu di wilayah Desa Ngunang boleh dikatakan belum ada kontribusinya bagi masyarakat banyak ndan kini menimbulkan masalah sengketa lahan hingga dugaan perusakan sungai mengakibatkan ekosistem sungai ikut terganggu akibat operasional perkebunan sawit tersebut. Apalagi hutan dan sungai merupakan jantung peradaban masyarakat ,”keluhnya.

Masih dikatakan Musro, hal lain adalah adanya pelurusan sungai yaitu badan sungai dibuat seperti kanal. Badan sungai aslinya adalah berkelok-kelok tetapi situasi di lapangan diluruskan. Bahkan ada bekas badan sungai yang menjadi kering. Ini menimbulkan sedimentasi, sehingga terjadi pendangkalan di hilir sungai. Akibatnya, banyak pepohonan yang tumbang di hilir sungai karena banjir dan derasnya aliran air tidak terbendung karena sungai diluruskan, tegasnya.

Senada dikatakan Thomas warga Dusun IV Desa Ngunang, tokoh pemuda ini menegaskan bila mana dalam seminggu ini pihak DLH MUBA belum turun kelokasi tersebut maka puluhan warga Desa Ngunang berencana akan melakukan aksi pemblokiran akses jalan poros perusahaan di lahan sengketa,”tegasnya.

Menurut Pemerintah Desa Ngunang yang tidak ingin dirilis nama nya mengatakan,” Kalu pengrusakan sungai berdasarkan laporan warga memang ada dan untuk kontribusi bantuan atau CSR untuk desa belum ada,”tutupnya. (Mus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *