SK PSU Bupati OKI Menuai Protes

  • Bagikan

OKI – Meteorsumatera

Surat Keputusan Bupati Ogan Komering Ilir tentang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pilkades disejumlah desa setempat masih menuai protes. Terutama Desa Karang Sia Kecamatan Sungai Menang, kedua belah pihak antara Calon Kades ( Cakades) yang bersaing, serempak menunjukan gelombang penolakan terkait keputusan Bupati OKI tersebut.

Hal ini diketahui dari penjelasan Calon Kades nomor 01 Desa Karang Sia Aziz saat kembali mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) guna menanyakan sejauh mana tindak lanjut dari surat keberatan atau penolakan yang pihaknya layangkan ke DPMD bahkan Bupati OKI.Selasa 7 Desember 2021.

“Kami kesini mau konfirmasi dengan surat yang kami layangkan kemarin ke DPMD maupun Bupati dalam rangka untuk menolak Pungutan Suara Ulang (PSU) dan ingin minta penetapan berdasarkan ketetapan yang ditetapkan oleh panitia yang sudah di tanda tangani oleh camat bahwa kami pemenangnya dengan hasil 199 suara untuk pihak 01 dan 197 suara untuk pihak 02,” terang juru bicara calon kades nomor urut 01 Pilkades Karangsia, Ahmad Guntur Saputra S.Sos.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala DPMD Kabupaten OKI Hj Nursula melalui Kasi Pemerintahan Desa, Hikmawan Oktavian, S.IP menjelaskan kedatangan pihak cakades karang sia nomor urut 01 ialah menyampaikan laporan yang berisikan keterangan Camat Sungai Menang bahwa panitia dan BPD Karang Sia menolak untuk diadakannya Pemilihan Suara Ulang (PSU).

“Karena memang banyak hal hal yang membuat keberatan seperti halnya keamanan, biaya dan lain lain. Intinya dua calon kades karang sia ini sama sama tidak bersedia untuk diadakannya PSU, “jelas Hikmawan.

Rekan media mempertanyakan apa yang menjadi dasar Keputusan Bupati OKI sehingga terbitnya Keputusan Bupati OKI Iskandar, SE. Hikmawan kembali menjelaskan menampung dari berbagai permasalahan sehubungan pilkades yang selaniutnya dimediasikan dari berbagai pihak sehingga menjadi bahan untuk pertimbangan untuk Bupati OKI mengambil kebijakan.

Kembali terkait petisi penolakan dari kedua belah pihak cakades karang sia dikatakan Hikmawan sejauh ini masih dikaji terlebih dahulu dan akan diteruskan kepada proses lebih lanjut hingga sampai ke Bupati OKI.

Dari jumlah 11 sengketa pilkades yang ada di OKI antaralain 7 sehubungan suara sah tidak sah, 2 penolakan pemilihan suara ulang dan 2 sehubungan masalah ijazah. “Namun yang jelas kita tidak akan menunda proses pelantikan Kepala Desa yang tidak bermasalah, “ujar Hikmawan.

Selanjutnya ditanya terkait biaya PSU, jika nantinya terjadi pemungutan suara ulang, pihak mana yang akan bertanggujawab ?. Apakah dari pihak Calon Kades atau dari Penerintah Daerah ?. Hikmawan menjawab, “Yang jelas untuk menuju pelaksanaan ini pun masih bertentangan. Untuk itu kita selesaikan setahap demi setahap dulu, “terangnya sembari mengatakan yang jelas yang merasa unggul mungkin tidak berkeberatan,tandasnya. (Krisna)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *