Ternyata Bayi Umur 1,5 Bulan Dijual Rp 7 Juta

  • Bagikan
Tersangka Kasus Perdagangan Bayi

Palembang – Meteorsumatera

Setelah kasus sindikat perdagangan anak diungkap oleh Unit Ranmor bersama Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, berikut Polisi berhasil mengamankan beberapa pelaku. Ternyata, bayi berusia 1,5 bulan yang dijual ibu kandungnya itu seharga Rp 7 juta.

Demikian diungkapkan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi,”Ya benar, para pelaku sudah diamankan di Mapolrestabes Palembang, terungkapnya kasus perdagangan bayi ini berkat laporan Bobi, 26 tahun,”ujarnya.

Para tersangkanya, Anita, 25 tahun warga Jalan Kemang Manis, Lorong Sepakat, Gang Salak, Kecamatan IB II Palembang, Nazori alias Gatot, 37 tahun warga Jalan Padat Karya, Lorong Mangga 3, Kecamatan Sukarami Palembang.

Kemudian, Putri Anggraini, 27 tahun warga Jalan Kedukan, Kecamatan IB II Palembang dan Rohimah, 47 tahun warga Jalan Kemang Manis, Lorong Lestari, Kecamatan IB II Palembang.

“Kita mendapatkan laporan dari Bobi ini mengenai anaknya bernisial L yang baru berusia satu bulan yang diperdagangkan oleh istri sirinya Anita,” ujarnya, Rabu 27 Oktober kemarin.

Hal ini terjadi pada 19 Oktober 2021 lalu di Jalan Lestari, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan IB II Palembang sektiar pukul 14.00 WIB dan diketahui oleh Boby usai diceritakan oleh pelaku Anita pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.

“Dari keterangan pelapor ini ke kita dia sempat menghubungi pelaku Gatot untuk mengembalikan anaknya tapi pelaku Gatot tidak bisa mengembalikannya dengan alasan anaknya sudah berada di Danau Ranau,” katanya.

Atas laporan Bobi inilah pelakunya berhasil satu persatu ditangkap dikediamannya oleh anggota Unit Ranmor dan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Selasa 27 Oktober 2021 sekitar pukul 20.30 Wib. “Masih ada tiga pelaku lagi yang masih kita kejar, untuk identitas para pelaku sudah kita kantongi,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaku Anita mengaku bahwa ia mendapatkan pesan dari pelaku berinisial US (DPO) kalau anaknya yang dilahirkannya pada 31 Agustus lalu itu akan diurus orang.

“Karena saya terpaksa jadi saya turuti saja, sehingga pada hari kejadian sekitar pukul 14.00 WIB saya mendatangi rumah pelaku Rohima dengan membawa anak saya, saat itu sudah ada pelaku US (DPO), pelaku Rohimah, pelaku Putri Anggraini dan Gatot,” ungkapnya.

Kemudian sekitar pukul 14.30 WIB, ia menyerahkan bayinya kepada pelaku Gatot dan memberikan bayi kepada pelaku Rohimah. “Dari pedagang itu saya mendapatkan uang Rp 4 juta, kemudian kejadian itu saya ceritakan kepada suami siri saya dan dia marah dan akhirnya melaporkan kejadian hingga mengakibatkan saya juga ditahan,” tuturnya. (AD-Humas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *