Pecinta Bonsai di OKU Bentuk Komunitas

  • Bagikan
Komunitas Bonsai Photo Bersama

OKU – Meteorsumatera

Semakin bertumbuhnya pencinta bonsai di Kabupaten yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundamg ini, akhirnya komunitas pencinta bonsai Peninjauan Raya resmi membentuk kepengurusan Ranting Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) pada Minggu sore 24 Oktober 2021.

Pembentukan Ranting PPBI Peninjauan Raya tersebut bermula di inisiasi oleh berbagai komunitas bonsai dan pencinta bonsai yang berada di wilayah Kecamatan Peninjauan, Sinar Peninjauan, dan Kedaton Peninjauan Raya.

‘Alhamdulillah rencana untuk membentuk kepengurusan Ranting PPBI di 3 Kecamatan, sore ini sudah di sepakati rekan – rekan untuk membentuk kepengurusan,”ujar Tarko salah satu penggemar bonsai dari Desa Karya Mukti, di kediamannya Minggu malam tadi.

Menurut Tarko, wacana pembentukan kepengurusan Ranting PPBI sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu, yang di inisiasi oleh para komunitas dan pencinta bonsai di 3 Kecamatan.

“Setelah mendapat kata sepakat, dari teman teman akhirnya sore ini kami melaksanakan rapat pembentukan kepengurusan dan sudah terpilih Ketua serta strukturnya secara aklamasi,”ungkap Tarko,

Lanjutnya, dalam seminggu kedepan pihaknya akan mengumpulkan formulir keanggotaan dan memyampaikan hasil musyawarah pembentukan kepada pengurus Cabang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“Dalam seminggu kedepan, Insha Allah semua anggota sudah rampung mengisi formulir keanggotaan dan akan di sampaikan ke Pengurus Cabang,”jelas Tarko yang di percaya sebagai Wakil Sekretaris.

Disisi lain, Sabarudin selaku Ketua Ranting PPBI Peninjauan Raya yang terpilih mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan para komunitas dan penggemar bonsai yang mempercayakan dirinya untuk menjadi Ketua.

“Ini tanntangan dan ujian yang sangat berat dalam mengemban amanah sebagai ketua, karena mandat ini sudah di percayakan saya siap untuk menahkodai PPBI bersama – sama para pencinta bonsai untuk kemajuan bersama,”kata pria yang akrab disapa Sabar ini.

Dengan terbentuknya kepengurusan PPBI Ranting Peninjauan Raya tersebut, dirinya sangat berharap dukungan dari para pencinta bonsai dan semua pihak, dalam rangka untuk kemajuan organisasi dan dunia perbonsaian khususnya di Peninjauan Raya.

“Tanpa dukungan semua pihak terutama para pengurus dan anggota, PPBI tidak akan berarti apa – apa, karena majunya sebuah organisasi tersebut dimulai dari komitmen untuk maju bersama,”tegas Sabar.

Dalam dunia bonsai kita diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam menyalurkan hobi,”dengan bernaung dibawah payung PPBI kita bisa saling berbagi pengetahuan, serta pengalaman bahkan akan mendapatkan bimbingan dari PPBI Cabang tentang bonsai itu sendiri,”katanya.

Masih kata Sabar, dengan demikian di PPBI ini nantinya diharapkan akan lahir para pencinta bonsai yang kreatif, tidak hanya sekedar hobi.

Sementara itu, Rudi Hartono salah satu tokoh Pemuda Kecamatan Peninjauan sangat memgapresiasi atas terbentuknya kepengurusan Ranting PPBI Peninjauan Raya.

“Dengan terbentuknya kepengurusan PPBI Ranting ini, teman – teman pencinta bonsai sudah memiliki wadah dalam memgembangkan kretifitasnya,”ungkap Rudi.

Rudi menuturkan, dengan potensi bahan bonsai yang berlimpah di wilayah Peninjauan Raya tidak perlu mencari bahan ke daerah lain untuk mendapatkan bahannya dan bisa di budidayakan hingga menjadi bahan bonsai yang berkualitas.

“Di sepanjang aliran sungai ogan ini sangat banyak bahan bonsai, sudah dikenal secara Nasional, seperti Wahong, Wareng, Asam Jawa, Waru, Kemuning, Serpang dan lain – lain, tinggal lagi kreatifitas para pembonsai,”tuturnya.

Dikatakan Rudi, Kreasi bonsai ini sendiri akan menumbuhkan perekonomian masyarakat.

“Semakin banyaknya pencinta bonsai, perkonomian akan tumbuh, diantaranya memghidupakan pengrajin pot bonsai, membuka usaha peralatan bonsai, berjualan bibit bonsai bahkan bonsai yang sudah jadi, dengan sendirinya perkonomian akan tumbuh,”katanya.

Rudi berpesan kepada para pencinta bonsai, dalam kegiatan mencari bahan bonsai juga harus ramah lingkungan, dengan tidak merusak alam.

“Minimal rekan – rekan pada saat menggali bahan bonsai itu satu, usahakan minimal menanam satu, untuk keberlangsungan habitat bahan bonsai itu sendiri, bahkan bisa juga di budidaya di pekarangan rumah,”pesannnya.

Pada akhirnya lanjut Rudi, generasi berikutmya anak kita cucu – cucu kita masih bisa melanjutkan dan mendapatkan bahan bonsai yang sebelumnya berlimpah,”pungkasnya.

Berdasarkan hasil rapat pembentukan kepengurusan Ranting PPBI Peninjauan Raya Ketua dijabat Sabarudin, Wakil Ketua Rahman, Sekretaris Gunawan, Wakil Sekretaris Tarko, Bendahara H Sukimin, dan Wakil Bendahara Edi Maryono.

Selanjutnya, Seksi Pendidikan dan Litbang Hermanto dan Dinal, Seksi Pameran Saiful dan Hilal, Seksi Humas dan Publikasi Riyadi dan Taswid, Seksi Perlengkapan/Dokumentasi Hairuddin dan Anton Suryadi sedangkan Seksi Pengembangan Usaha Sigit dan Supri. (SMSI OKU)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *