Gara-Gara Tak Diberi Uang Rokok Rp 5000, Erol Habisi Nyawa Nenek Kandungnya Sendiri

  • Bagikan

Palembang – Meteorsumatera

Malang nian nasib Hj Manisa, seorang nenek usia lanjut ini harus meregang nyawa ditangan cucu kandungnya sendiri. Dia tewas dengan 14 tusukan benda tajam berupa pisau dapur ditubuh wanita 60 tahun tersebut. Kejadian tragis tersebut Minggu pagi 3 November 2021 sekira pukul 10.15 Wib.

Pelaku sekaligus cucu korban bernama Ahmad Hairul Anwar alias Erol, pria 19 tahun ini tinggal di Jalan Ki Anwar Mangku Lorong Keluarga RT 044 RW 012 No 1961 Kelurahan Sentosa Kecamatan SU II Palembang. Dugaan sementara pelaku menghabisi neneknya sendiri ini karena tidak diberi uang Rp 5000 untuk membeli rokok.

Tidak hanya disitu saja, pelaku berprofesi sebagai kuli bangunan dengan pisau ditangan membabi buta melukai tetangga dan anak tetangganya sendiri, ketika itu ingin melerai tersangka menganiaya neneknya sendiri. Alhasil tetangga dan anak tetangganya tersebut dilarikan ke IGD untuk perawatan secara intensif.

Kini, cucu sadis ini telah menjadi salah satu penghuni hotel prodeo sudah dipastikan apabila terbukti maka bakal mendekam dalam waktu yang sangat lama dibalik jeruji besi sel penjara. Setelah dibekuk Satuan Reskrim Polsek Seberang Ulu (SU) II Polrestabes Palembang.

Kapolsek SU II Polrestabes palembang, AKP Handryanto, menjelaskan ketika ditangkap pelaku ini berlaga seperti Orang Dalam Gangguan Jiwa (ADGJ), padahal menurut warga sekitar pelaku ini orang normal tidak memiliki riwayat ODGJ tersebut.

Senin tadi 4 Oktober 2021, dilakukan gelar perkara dihalaman Mapolsek SU II Palembang, dijelaskan Kapolsek bahwa pelaku tega menghabisi nyawa nenek kandungnya sendiri lantaran korban yang bernama Hj Manisa tersebut tidak memberikan uang yang dipinta pelaku sebesar Rp 5 ribu.

“Itu pengakuan sementara, pelaku meminta uang Rp 5 ribu itu untuk membeli rokok, tetapi saat pelaku meminta uang ke neneknya korban tidak memberikan uang yang diminta sehingga pelaku emosi dan tanpa berpikir lagi langsung mengambil pisau didapur rumah dan membabi buta menikam neneknya hingga korban tewas dengan mengalami puluhan luka tusukan dibagian kepala dan tubuh,”jelas Perwira tiga balok dipundak tersebut.

Namun ini masih akan terus kita dalami terkait dugaan jika pelaku merupakan seorang pemakai narkoba karena jika hanya permasalahan Rp 5 ribu tidak mungkin harus menghabisi nyawa orang terlebih itu nenek sendiri, lanjut Kapolsek.

Bukan hanya neneknya sendiri yang dia lukai. Pelaku juga nekat menikam tetangga dan anak tetangganya yakni Latif, 64 tahun dan Firmansyah, 24 tahun juga mengalami luka 15 lobang, hingga kritis dan harus dilarikan ke UGD setelah mencoba melerai perbuatan pelaku saat membunuh neneknya tersebut, ujarnya.

Begini ceritanya sambung Kapolsek, Ketika mengalami penganiayaan oleh pelaku, korban sempat berteriak meminta tolong sehingga terdengar oleh tetangga. Mendengar teriakan korban, tetangga bersama anaknya langsung mendatangi rumah korban dan mencoba memberikan pertolongan namun pelaku tidak terima hingga menyerang tetangganya dengan pisau yang masih ditangan sehingga tetangganya tersebut juga mengalami banyak luka tusukan dan harus dilarikan ke UGD. Korban tetangga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit,” ujarnya.

Atas perbuatan kejinya tersebut, pelaku terancam Pasal 351 KUH Pidana Ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun kurungan penjara.

“Bersama pelaku, kira juga mengamankan barang bukti pisau yang digunakan pelaku saat menghabisi nyawa korban. Kasus ini akan terus kita dalami terkait kejiwaan atau ada hal-hal lain yang dialami pelaku hingga tega melakukan perbuatan tersebut,” tutupnya.

Ketika diwawancarai awak media pelaku tak banyak bicara bahkan bisa dikatakan sama sekali tak memberikan komentar terkait aksi keji yang dirinya lakukan terhadap neneknya itu. Ia hanya menatap tajam kepada awak media yang melakukan peliputan di Polsek SU II Palembang.

“Sudah, memang saya yang melakukannya,”katanya singkat. (AD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *