HD : Kendalikan Kemacetan, Sumsel Terapkan Aturan Ganjil Genap

  • Bagikan

Palembang – Meteorsumatera

Kebijakan tentang penerapan aturan ganjir genap di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), telah ditandatangani Gubernur Sumsel H Herman Deru, bertepatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-75, Kamis 1 Juli 2021 lalu.

Menurut Gubernur bahwa kebijakan tersebut belum diberlakukannya hari ini. Pasalnya, masih memerlukan tahapan seperti sosialisasi dan kemudian baru diterapkan. Bahkan aturan itu diberlakukan sesuai dengan hari, jam dan ruas jalan tertentu.

Menurut orang nomor wahid di Sumsel tersebut, merupakan hadiah kerja beratnya kita tandatangani kebijakan ganjil genap. Jadi bukan diberlakukan hari ini, tapi akan kita sosialisasikan dulu, ganjil genap juga diberlakukan pada hari tertentu, ruas tertentu dan jam tertentu, kata gubernur yang akrab disapa HD tersebut saat diwawancarai di usai upacara peringatan hari Bhayangkara ke-75 di Polda Sumsel, Kamis lalu.

“Jadi kita juga membantu pihak  Dirlantas dan Dishub untuk mengendalikan kondisi kemacetan. Pada hari tertentu yang dikhawatirkan ada kerumunan massa kita cegah dengan ganjil genap sehingga mengurangi minat bagi masyarakat untuk keluar  rumah. Ganjil Genap ini bukan hanya di Palembang tapi diberlakukan se Sumsel bagi daerah yang membutuhkan,” jelasnya.

HD juga menerangkan terkait  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel, dapat diatasi berkat kekompakan dan sinergitas TNI/Polri dan seluruh stakeholder. Apalagi Sumsel mempunyai Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (SONGKET ) yang dapat mendeteksi hotspot.

“Di Indonesia cuma ada dua untuk mendeteksi dini Karthutla yaitu SONGKET dan Dashboard Lancang Kuning. Artinya melalui Aplikasi SONGKET kita bisa melihat kondisi kita secara real time bagaimana kondisi hotspot sehingga kita bisa ambil gerak cepat mengatasinya,” katanya.

Untuk Covid-19, HD mengatakan masih bisa dikendalikan meskipun ada lonjakan, Parameternya adalah Bed Occupancy Rate (BOR). “Dimana BOR kita pada posisi yang tidak tinggi bahkan menengah, jadi ini sebagai acuan kita sebagai daerah mengendalikan covid-19,” ucapnya. (Kominfo Sumsel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *