Abaikan Perpres, Proyek Mushola Tidak Ditemukan Plang Proyek

  • Bagikan

MUBA – Meteorsumatera

Sejumlah proyek fisik di Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak ditemukan  papan nama (Plang Proyek) boleh dikatakan itu proyek siluman padahal pembuatan proyek tersebut menggunakan uang negara dan masyarakat harus mengetahui asal-usul proyek tersebut dan pastinya Plang Proyek itu sudah dianggarkan dalam RAB proyek. Meski sering dipersoal publik, akan tetapi tetap saja membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi.

Dengan demikian pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, Lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya Salah satunya proyek pengerjakan pembangunan Musholla di Desa Ngunang kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin . Hingga kini sampai selesai pekerjaan tak ditemukan papan nama proyek fisik tersebut.

“Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan siapa. Karena tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi proyek pembangunan musholla Mendadak ada pekerjaan fisik. Padahal saatnya proyek dikerjakan secara tranparan dan diketahui masyarakat umum,” ujar warga sekitar Kamis 15 Juli 2021.

Jonkanedi selaku Kepala Desa Ngunang saat di konfirmasikan di kediamannya mengatakan,”saya tidak tahu menahu tentang proyek itu tidak ada pemberitahuan dari pihak pemborong kepada Pemerintah Desa,”ungkapnya.

Salah satu warga sekitar yang ngegan disebutkan namanya menceritakan pada awak media ini,”awalnya kami disini merasa senang atas pembangunan musolah di dusun kami, namun setelah selesai kami jadi kecewa karena kami tidak bisa menyimpan perabotan seperti karpet, sejadah dan alat lainnya pasalnya jika turun hujan atap nya bocor sehingga didalam musolah tergenang air,”keluhnya.

Belum juga pemasangan keramik terkesan asal jadi, serta pemasangan pintu depan tidak bisa dikunci, ucap warga lain.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Pemerhati dan Pemantau Pembangunan Daerah (P3D) Sumatera Selatan (Sumsel), S Adi, seandainya benar kejadian itu, dia sangat menyayangkan dizaman keterbukaan sekarang ini ada saja oknum kontraktor ingin bermain “curang” padahal biasanya Plang Proyek itu merupakan identitas proyek yang menggunakan uang rakyat, tegasnya.

Dan untuk diketahui biasanya Plang Proyek itu dibikin untuk di photo dan dilampirkan untuk pencairan, lalu Plang tersebut disimpan jadi wajar kalau seandainya tidak terlihat karena memang tidak dipasang di proyek tersebut dan hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, tegasnya. (Mus)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *