Keepakatan Bersama, Perwali Pagaralam Tentang Hajatan dan Peredekahan, Ini Aturannya

  • Bagikan

Pagaralam – Meteorsumatera

Hasil Kesepakatan bersama melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Pagaralam tentang pelaksanaan kegiatan Resepsi pernikahan persedekahan hajatan.

Wali kota Pagaralam, Alpian Maskoni memimpin rapat membahas keputusan bersama terkait larangan hajatan dan keramaian di masa pademi Covid-19. Bertempat di ruangan rapat Besemah I Sedakot Pagaralam, 02 Desember 2020-.

Larangan pelaksaan kegiatan resepsi persedekahan atau kegiatan tersebut merupakan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Pagaralam Kepolisian Resor Pagaralam, Kodim 0405 Lahat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, kantor Kementerian Agama Kota Pagaralam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagaralam, Dewan Pimpinan Muhammadiyah Kota Pagaralam, Dewan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pagaralam, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pagaralam, 2 November 2020, lalu.

Perpanjangan larangan tersebut berlaku sejak, 1-Desember 2020, sampai dengan terbitnya Peraturan Perundang-Undangan dan sejenisnya yang mengatur tentang di perbolehkannya kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak.

Dicapai kesepakatan bersama sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, sebagai berikut :

• Dilarang melaksanakan kegiatan hajatan atau resepsi yang menyebabkan berkumpulan orang banyak, berkerumunnya masa tidak lebih dari 20 orang. Sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

• Pelaksanaan Akad Nikah bagi pasangan calon pengantin hanya boleh dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan dihadiri sebanyak 10 Orang.

• Kepolisian Resor Kota Pagaralam tidak akan mengeluarkan izin keramaian bagi warga yang akan melaksanakan acara hajatan dalam bentuk apapun.

“Pelaksanaan Ta’ziah pada musibah kematian untuk menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat seperti tidak bersalaman, memakai masker, dan diharapkan tidak mengadakan upacara pelepasan jenazah, serta melaksanakan sholat jenazah untuk dapat menjaga jarak.

Melaksanakan ibadah Sholat Jum’at bagi Umat Islam, ibadah minggu bagi umat kristiani dan ibadah bagi umat agama lain untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menjaga jarak.

Wali Kota Pagaralam dalam arahannya mengintrusikan Camat, Lurah sebagai leading sektor Pemerintah yang berhubungan lasung dengan masyarakat, untuk lebih persuasif dalam mensosialisasikan larangan tersebut.
Wali Kota ingin agar Camat dan Lurah memberikan penjelasan secara persuasif, sehingga masyarakat mematuhi Kesepakatan bersama tersebut, yang memang di buat untuk memutus mata rantai penularan Covid19 di Pagaralam.

Wali Kota berharap, Meskipun di keluarkan larangan keramaian itu, namun Satgas tidak ingin terjadi selisi paham dengan warga, Wali Kota sebagai Ketua Satgas penanganan Covid-19 di Kota Pagaralam, meminta agar ajakan larangan di sampaikan, sehingga tujuan dari larangan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19, dapat di terima dan di patuhi masyarakat

Masih lanjutnya Alpian, apabila kebijakan tersebut berhasil memutuskan mata rantai penularan Covid19, yang di tandai dengan tidak adanya penularan kasus terkonfirmasi positif Copid19 di Kota Pagaralam, tentunnya dengan mematuhi protokol kesehatan (protokes) dengan pengawasan ketat, jelasnya. (BI)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *