Biadab, 12 Tahun Bapak Setubuhi Anak Kandung

  • Bagikan

Banyuasin – Meteorsumatera

Sangat Biadab sekali boleh dikatakan seperti bukan manusia sebutan EM warga Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin yang sampai hati memperkosa putri kandungnnya sejak masih berusia 15 tahun sebut saja namanya Anggrek (bukan nama sebenarnya).

Mirisnya, aksi tak senonoh itu menyebabkan korban Mawar kini telah memiliki anak berusia 2 tahun dan sekarang hamil 7 bulan.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.Ik., melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra, S.Ik., MH., dikonfirmasi Senin 14 Desember 2020, membenarkan pihaknya berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak kandung di bawah umur.

Kasat Reskrim, menambahkan aksi yang dilakukan tersangka EM sejak tahun 2008 lalu. Tersangka melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara mengancam korban hingga korban hamil dan melahirkan anak yang saat ini telah berusia 2 tahun.

Dan yang lebih parahnya lagi, tersangka  kini mengulagi lagi perbuatannya terhadap anak kandungnya hingga hamil 7 bulan.

“Berdasar pengakuan tersangka  bahwa selama hamil korban diurut dan dianiaya dengan tujuan agar korban mengalami keguguran,” terang Kasat.

Sementara GS, Istri tersangka durjanah ini menganiaya korban lantaran kesal saat ditanya siapa yang telah menghamili korban. Korban takut menjawab karena saat itu ada tersangka.

Akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

“Dari hasil kronologis dan penangkapan, dan berdasarkan hasil penyelidikan diketahui keberadaan tersangka dan barang bukti. Pada Senin, 14 Desember 2020 sekitar pukul 13.00 Wib, anggota Satreskrim berhasil mengamankan pasutri ini,” jelas Kasat

Ikang menyebut polisi dan pihak terkait bakal memberi pendampingan psikologis terhadap korban. Sementara EM sudah ditangkap dan ditahan polisi.

“Edi dijerat dengan Pasal 81 Ayat 3 jo Pasal 76 Huruf d atau Pasal 82 Ayat 2 jo Pasal 76 Huruf e UU Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun, Karena pelakunya adalah orang tua, atau wali dari korban maka pelaku akan di kenakan pidana tambahan sepertiga hukuman dan denda sebesar Rp 5 miliar,” sebut Ikang (SMSI BA/Ril)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *