Program Banyuasin Pulauan Bueh Mulai Diluncurkan

  • Bagikan

Banyuasin-Meteorsumatera

Mewujudkan ke inginan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, yang tertuang dalam 7 program andalan Banyuasin Bangkit, seperti tercipyanya kawasan daerah penghasil buah-buahan, kawasan penghasil sayur-sayuran dan kawasan penghasil daging mulai dilakukan. launching perdana dengan tema Pulauan Bueh (Banyuasin Kawasan Buah) dan gerakan tanam sayur (Gertas) dipusatkan di Desa Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (17/11/2020).

Kegiatan ini dilakukan bertujuan agar masyarakat banyuasin gemar menanam tanaman yang bermanfaat, sebagai daerah yang ditunjuk berpenghasil buah-buahan, tentunya ini salah satu tujuan pemerintah membantu masyarakat memiliki tanaman buah disetiap rumah, yang dapat dirasakan manfaatnya dengan jangka waktu cukup lama.

“Hari ini program perdana yang disebut dengan kepulauan bueh (buah), ini pertama kali kita mulai di Desa Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III dan direncanakan akan kita teruskan di Desa lain ditahun depan sesuai rencana yang telah tersusun, daerah kawasan sayur-sayuran dan daerah kawasan penghasil Daging.” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainudin.

Menurutnya, Desa Suka Mulya dipilih karena dilihat dari jumlah rumah tangga yang memiliki pekarangan cukup luas untuk ditanam buah-buahan, sebanyak 250 rumah masing-masing rumah mendapat 2 batang bibit buah pokat yang diberikan kepada masyarakat hari ini, pokat mempunyai beberapa keunggulan diantara tahan terhadap hama, cepat berbuah dan rasanya benar-benar pulen.

“Ini buah pokat miki yang spesifikasinya tumbuhnya bisa di dataran rendah dan tinggi, tahan dan lebih enak dari pokat mentega. Harapan saya ini bermanfaat untuk masyarakat, dipelihara sampai berbuah dan kalau bisa dijaga sampai anak cucunya,” katanya.

Sementara Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan beberapa program yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain program Banyuasin Pulauan Bueh dilakukan juga Gerakan Tanam Sayur (Gertas) menuju Desa Mandiri Pangan. Kemudian sedang dikembangkan juga perkawinan ayam arab dan ayam kampung, dimana hasil perkawinan ayam tersebut diharapkan bisa menghasilkan ayam yang bisa menghasilkan banyak telur.

“Cita-cita kita kelaknya untuk masyarakat tidak harus lagi beli sayur, buah dan telur dipasar, tetapi bisa memanfaatkan pekarangan rumah dan sekitar untuk memenuhi kebutuhan, hal ini memang kecil jika dilihat, tapi manfaatnya besar buat masyarakat,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *