Harta dan Mahkota Dirampas, Cetar Lapor Polisi, PRP Ditangkap

  • Bagikan

MUBA – Meteorsumatera

Peristiwa memilukan seperti ini merupakan pelajaran bahwa kita khususnya perempuan terhadap rayuan lelaki apalagi baru dikenal melalui media sosial Facebook (Fb). Baru-baru ini peristiwa malang ini terjadi pada Cetar,  remaja yang baru beranjak 16 tahun harus kehilangan Mahkotanya setelah disetubuhi berulang kali oleh pacarnya. Tidak hanya mahkotanya yang dirampas, uang korban ikut dikurang oleh tersangka sesukanya.

Perbuatan memilukan menimpa Korban dilakukan oleh tersangka berinisial PRP, berusia 16 tahun. Peristiwa berawal Sabtu, 13 Juni 2020 malam Jam 19.00 wib di pinggir jalan bor 5 depan Kecamatan Keluang, setelah bertemu tersangka langsung melakukan dengan pemaksaan sehingga persetubuhan layaknya suami istri terjadi.

“pertamo kali terjadi, kami belum pacaran pak. Dio aku ajak ketemuan melalui FB, setelah bertemu korban langsung kupakso bersetubuh cak laki bini. Abis tu dio aku ajak jadian (pacaran). Dem tu selama pacaran aku mintai terus duit dio” Ujar Tersangka di hadapan penyidik.

Di Mapolres Muba yang diterima Unit PPA Sat reskrim saat dilaporkan Ibu Kandung nya yang didampingi anaknya mengatakan bahwa pihak korban tidak menerima atas perbuatan yang dilakukan tersangka Pada Anaknya setelah ibu korban mengetahui langsung dari anak nya.

Polisi Unit PPA sat reskrim Polres Muba langsung melakukan Penyelidikan dan Rabu (21/10/2020) Sore di pimpin kanit ppa dan di back up polsek keluang, tersangka berhasil ditangkap dikediamanya di desa keluang kec.keluang Kab Muba.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp Erlin Tangjaya SH SIk melalui Kasat Reskrim Akp Deli Haris SH MH membenarkan penangkapan persetubuhan anak dibawah umur atau pemerkosaan.

“Sudah kita amankan dan sekarang masih dalam proses penyidikan. Tersangka ini masih dibawah umur” Kata Deli pada humas Polres Muba.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76 D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RO No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. (Imam-aajm-hms).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *