Ratusan Massa Buruh Geruduk Kantor DPRD Banyuasin

  • Bagikan

Banyuasin, Meteorsumatera

Sedikitnya ada seratusan massa buruh yang tergabung dalam FBS NIKUBA KSBSI Banyuasin sengaja geruduk Kantor DPRD Kabupaten Banyuasin Sumatera SelatanĀ  sengaja datang untuk melakukan penolakaan RUU Omnibus Law ciker, dianggap bakal mengancamnya dan bertentangan Negara Pancasila.

Joko Sungkowo sebagai Korak meminta pada pemerintah melalui DPRD Banyuasin untuk mencabut UU Omnibus Law tentang Cluster ketenagakerjaan yang dianggap merugikan kaum buruh seperti nilai upah lebih rendah dari UMK.

“Kami meminta aspirasi dan tuntutan diterima dan dibuatkan notulen oleh DPRD BA dan meminta Sikap DPRD Banyuasin terkait tuntutan aksi agar menindaklanjuti ke DPR RI,”tegasnya.

Kemudian Joko juga menuntut tentang upah cuti melahirkan bagi para buruh perusahan, karena terdapat perusahaan di Kabupaten Banyuasin yang tidak memberikan upah cuti melahirkan.

“Banyak buruh yang berobat di RSUD Kab. Banyuasin menggunakan BPJS lambat dilayani dan pengobatan atas kecelakaan bahkan di tolak dengan alasan tidak ada kerjasama, dimana parah buruh yang mengalami kecelakaan akibat kerja di perusahaan,”tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Sukardi, SP didampingi Kepala Dinas Disnakertrans, Nur Yosef dan Sekertaris DPRD Banyuasin, Sopian Permana, SH., MH yang menemui massa aksi mengucapkan selamat datang di gedung merakyat.

“Kami mengapresiasi dari kawan-kawan buruh dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan karena pada saat ini kita situasi dan kondisi Covid-19,”ujarnya.

Dikatakan Sukardi, pihaknya dari DPRD Kabupaten Banyuasin akan selalu siap dan memperjuangkan apa yang menjadi inspirasi kawan-kawan semua.

“Terkait dengan pelayanan RSUD Banyuasin yang kurang terhadap buruh yang terdaftar BPJS kesehatan mengenai pengobatan akibat kecelakaan pemerintah Kabupaten Banyuasin akan berkoordinasi kepada pihak BPJS kesehatan,”tandasnya.(bara/yok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *