Akhirnya, 3 Dari 4 Korban Speedboat Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian

  • Bagikan

Banyuasin, Meteorsumatera

Akhirnya 4 penumpang yang menjadi korban speedboat yang tenggelam diperbatasan aliran perairan sungai dawas wilayah Kecanatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin dengan Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan yang terjadi pada Rabu 5 Agustus 2020 lalu sudah ada 3 korban sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim Gambungan dalam SAR yang diterjunkan di lokasi kejadian.

Setelah ada 3 korban telah ditemukan oleh Tim tersebut, maka SAR memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian korban hilang hari kedua kecelakaan speed boat yang terjadi di Sei Dawas pada pukul 18.00 wib, Kamis 6 Agustus kemarin. Operasi pencarian dan evakuasi korban akan dilanjutkan, Jumat 7 Agustus setelah berhasil menemukan dan mengevakuasi 3 dari 4 penumpang speedboat yang dinyatakan hilang.

Seperti diketahui, Ops SAR telah dimulai paska Kecelakaan 1 unit Speed Boat pengangkut penumpang yang mengalami mati mesin dan tenggelam dibawah Kapal Tongkang Batubara yang tengah sandar tanpa muatan diperairan Sungai Lilin.

Enam dari sepuluh penumpang Speed boat yang tenggelam di Karang Agung Kab. Musi Banyuasin Sumsel tersebut dinyatakan selamat dan 4 penumpang dinyatakan hilang. Pada hari kedua pencarian Tim SAR berhasil menemukan 3 korban yang semuanya dalam kondisi sudah meninggal dunia.

3 dari 4 orang korban meninggal yang berhasil ditemukan adalah atas nama : Nia, 22 tahun korban ini dalam kondisi hamil tua, Rizki, 9 tahun anak Nopi korban yang selamat dan Cukup Tiyono, 33 tahun suami almahumah Nia.

Sementara Kepala Kantor KSOP Palembang, Wilker Sei Lilin, H Rahmat Syahid SE M.Si, mewakili tim SAR gabungan yang dikoordinir Basarnas Provinsi merilis melalui akun WhatsAppnya, 6 Orang yang dinyatakan selamat adalah, 1. Awiardi, 40 tahun 2. Rojikan, 56 tahun 3. Sukirno, 62 tahun 4. Sumira, 70 tahun 5. Wiwin, 35 tahun dan 6. Nopi, 39 tahun.

Sedangkan untuk pencarian akan dilanjutkan Jumat 7 Agustus  pukul 06.00 WIB untuk mendapatkan Dafa/5Th/PR (putri Nopi korban, red), 1 dari 4 korban yang sebelumnya juga dinyatakan hilang.

Lebih jauh Syahbandar menjelaskan, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan pada 06 Agustus 2020 pada Jam 05.15 Wib menemukan korban Nia dalam keadaan meninggal dunia, sejauh 1,3 km, arah tenggara dari lokasi kejadian (Koord: 2°36’21.05″ S – 104°11’20.91E”) dan selanjutnya pada pukul 06.25 Wib korban diserahkan kepihak keluarga untuk disemayamkan.

Korban kedua ditemukan pada pkl.13.20 wib. korban Rizki, ditemukan oleh tim SAR Gabungan juga dalam keadaan meninggal dunia. Posisi korban saat ditemukan sudah cukup jauh dari TKP berjarak 7,6 km dari LKK (Koord : 2°38’6.59″S – 104°13’58.04″E) pada pukul.14.15 WIB,korban berhasil dievakuasi & diserahkan kepihak keluarga untuk disemayamkan.

Korban ketiga ditemukan pada Jam 16.10 Wib. Korban Cukup Tiyono suami Nia. Berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan juga dalam keadaan meninggal dunia, posisi korban semakin menjauh dari TKP sejauh 9 km, arah tenggara dr LKK (Koord: 2°37’40.51″S – 104°14’35.46″E pada Jam 16.45. Wib korban diserahkan kepihak keluarga untuk disemayamkan.

Tinggal mencari satu korban hilang yang belum ditemukan, lanjut Rahmat kepada pers pada pkl. 17.00 wib kemarin dan Ops SAR dilanjutkan oleh 2 tim SAR gabungan dengan fokus 1 orang yang masih dalam pencarian, diseputaran tongkang sampai dengan pukul 17.30 wib korban belum ditemukan.

“Setelah melakukan rapat singkat pada pukul.18.00 WIB. Ops SAR dihentikan sementara dengan hasil penemuan 3 korban yang berhasil dievakuasi kemudian dilanjutkan dengan Pemantauan Serta Koordinasi. RencanabOps SAR Hari ke 3 akan dilaksanakan pada 7 Agustus 2020 Jam 06.00 WIB yang akan diawali dengan apel dihalaman Kantor KSOP Palembang Wilker Sei Lilin,” tutupnya. (ril/waluyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *