Hindari BAB di Bong, Camat dan UPTD Puskesmas Lais Upayakan Bantuan Pemerintah dan Baznas Bangun WC

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera

Salah satu penyebab lingkungan tidak sehat disepanjang bantaran Sungai Musi dan Sungai Batang Hari Leko (BHL) adanya jamban atau Bong biasa disebut warga Muba itu biasanya untuk Buang Air Besar (BAB) atau Hajat warga disungai tersebut. Padahal sebagaian besar masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci pakaian bahkan ada juga air sungai untuk memasak dan minum.

Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama UPTD Puskesmas Lais  kedepannya menghimbau agar masyarakat tidak lagi BAB di jamban. Untuk mengatasi permasalahan itu Camat Lais, Demoon Eka Suza SSTP MSi didampingi Kepala UPTD Puskesmas Lais Leli Hefni SKM MKes, Danramil 401-03 Sekayu Kapt Arm Afrianto, Kapolek Lais Akp Syafarudin SH, KUA Lais dan Kepala Desa di Kecamatan Lais Muba.

Permasalahan tersebut dibahas saat Miniloka Karya Lintas Sektoral Puskesmas Lais kemarin Kamis 16 Juli 2020 di Aula Kantor Kecamatan Lais.

Menurut Demoon,  Salah satu indikator untuk Muba Sehat menjadi kendala adalah jamban atau Bong yang berada di bantaran sungai yang dimanfaatkan masyarakat untuk Buang Air Besar (BAB). Untuk itu, upaya mengurangi keberadaan jamban disepanjang Sungai Musi dan Sungai Batang Hari Leko pastinya melalui program Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Perkim adanya bantuan Pembangnan Water Closed (WC).

Kemudian diharapkan ada juga bantuan dari Bazas ada bantuan pembuatan WC masyarakat, artinya lanjut Mantan Kepala Bagian Tapal Batas Serda Muba ini bisa mengurangi bahkan menghilangkan keberadaan jamban disepanjang sungai terebut.

Sebab terang Mantan Camat Bayung Lincir ini keberadaan Bong itu salah satu faktor penyebab efek kurang baik untuk kesehatan masyarakat, intinya kita upayakan agar jamban tidak ada lagi dipinggiran Sungai Musi dan Sungai BHL tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Lais, Leli Hefni, SKM Mkes, dalam kegiatan miniloka karya lintas sektoral untuk mencarikan solusi masyarakat agar sehat mandiri. “Intinya, apa yang menjadi permasalahan di desa kita akan memberikan solusi terbaik mulai dari pelayanan kesehatan hingga jamban yang ada di bantaran sungai tidak menghiasi keasrian sungai lagi,”ungkapnya. (Imam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *