Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggota BPD Desa Rantau Panjang, Proses Hukumnya Berlanjut

  • Bagikan

OKU, Meteorsumatera

Polsek Peninjauan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) telah memproses dan mengungkap kasus dugaan pengeroyokan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHPidana dan atau 351 KUHPidana. Berdasarkan Laporan Polisi N0 : LP-B/16/V/2020/Sumsel/OKU/Sek. Pnj tanggal 28 Mei 2020.

Anggota BPD Desa Karang Anyar, Indra Sandi (Pelapor /Korban Penganiayaan)

Berdasarkan tertulis dalam Laporan tersebut kejadian Kamis 28 Mei 2020 sekitar jam 14.05 Wib tempat kejadian dibawah tenda depan kantor Desa Rantau Panjang Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Pelapor Indra Sandi Bn Buyung Usman, Umur 30 tahun, Laki-laki, pekerjaan Wiraswasta atau Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rantau Panjang Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kab. OKU.

Polisi juga memanggil saksi-saksi yakni Zahril Effendi, 58 tahun pekerjaan petani alamat Desa Rantau Panjang Kec. KPR Kab. OKU, selanjutnya Hendri Dunan, 28 tahun, petani (anggota BPD) warga Desa Rantau Panjang Kec. KPR Kab. OKU.

Identitas tersangka Nama Iin Irawan Alias Een Bin Baisami, 35 tahun, Wiraswasta Alamat Dusun I Desa Rantau Panjang Kecamatan KPR Kab. OKU dan Kardin Bin Holidi, 49 tahun, petani alamat Dusun I Desa Rantau Panjang Kec. Kedaton peninjauan Raya kab. Oku

Polisi juga telah mengamankan satu (1) lembar Barang Bukti hasil visum.

Pemeriksaan dan pemanggilan saksi-saksi dan tersangka bekat pengaduan pelapor atas dugaan penganiayaan terhadap dirinya bermula selisih paham ketika acara pembagian Bantuan Langsung Tunai di Desa tersebut, begini kronologis kejadiannya berawal Kamis tanggal 28 mei 2020 sekira jam 14.05 Wib, dikantor Desa Rantau Panjang Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya Kab. OKU.

Telah terjadi Tidak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor bersama kawan-kawannya terhadap pelapor Indra Sandi dengan cara terlapor  memukul wajah dan kepala pelapor beberapa kali sehingga pelapor  mengalami luka lebam pada wajah bagian mata sebelah kiri dan beberapa bengka di kepala, Permasalahan tersebut bermula dari selisih paham data nama penerima bantuan tunai dana desa yang saat itu sedang di bagi kepada warga.

Para tersangka tidak dilakukan penangkapan melainkan dilakukan pemanggilan dan dipenuhi oleh para terlapor, namun proses hukumnya terus berlanjut. (Alvin)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *