Ini Baru Aneh, Warga Tanam Batang Sayuran Cepokak Panennya Terong

  • Bagikan

Banyuasin, Meteorsumatera
Ini baru aneh, bahkan ada yang bilang gila, tapi fakta. Karya dari salah seorang pekerja srabutan asal Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, sebut saja Sumarlin, 57 tahun, ini yang kali pertama diketahui menanam batang sayuran jenis cepokak namun dari tanaman itu yang dipanen buah sayuran jenis terong.

Dalam perbincangan singkatnya dengan wartawan media ini dikediamanya Sumarlin mengatakan karya tanamanya ini awalnya hanya iseng, karena setiap hari dihidangi lauk ikan asin dan sayuran buah cepokak, sembari merenungi nasibnya mencoba tanaman sayuran cepokak ditempelkan dengan tanaman sayuran terong.

Setelah berjalanya waktu sekira 20 hari kemudian tanaman yang dibilang orang gila itu tumbuhlah dengan sempurna dan muncul bunga disetiap pucuk tanaman itu dan mulai terlihat berbuah berbentuk terong berwarna jingga dengan ukuran lebih panjang dan cepat membesar.

Kalau buah sayuran cepokak itu kan bentuknya bulat-bulat dengan ukuran seperti kelereng saja, tetapi setelah muncul buah sayuran selain ukuran lebih besar dan panjang masa umurnya bisa bertahun-tahun dan buah sayuranya semakin banyak bercabang semakin lebat.

Jika dalam satu batang terong buahnya tak lebih 5 buah, tapi setelah ditempel dengan batang buah sayur cepokak itu buah sayuran dalam satu batang bisa lebih dari 10 buah dan semakin lama semakin bercabang semakin bertambah banyak pula buahnya, tapi tetap kita kasih pupuk seperti cara kehidupan kita manusia, ucapnya dengan kata ringan.

” Sayuran ini hanya makan orang kampung, kalau sampean orang kota tidak suka jenis sayuran ini”, cletuknya sembari tertawa lirih.

Bapak tiga anak 4 cucu itu mengaku punya ide yang banyak untung ini dilakukan diusianya yang tergolong tidak muda lagi, sebab setelah tenaganya tidak mampu lagi menggeluti pekerjaanya sebagai tukang bangunan, lalu memutar otak dengan memanfaatkan lahan pekarangan disekitar rumah yang dapat menghasilkan.

Selain banyak ditanamani berbagai jenis sayuran, juga ada beberapa titik dibuat kolam ikan gantung, Alkhamdulillah hasilnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, jadi sekarang kami tinggal beli beras, garam dan minyak goreng saja dan uangnya hasil menjual sayuran itulah, maka kalau masalah lauk dan sayuran dan buah-buahan sudah 10 tahun ini tidak pernah beli lagi bahkan kami telah menjual, jadi tidak perlu lagi menunggu bantuan dana covid lagi, katanya mempungkasni perbincanganya. (Waluyo)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *