Gara-Gara BLT DD, Ratusan Warga Talang Piase Demo Minta TURUNKAN KADES Dari Jabatannya

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera

Akhirnya, Jum’at 05 Juni 2020 warga Talang Piase Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar aksi meminta agar Kepala Desa (Kades) Talang Piase turun dari jabatannya sebagai orang nomor satu di desa mereka, ratusan warga ini menilai bahwa Kades sebagai pemimpin warganya tidak transparan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2020 ini, serta warga mempertanyakan mengapa pembagian bantuan tersebut tidak sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.

H Ricard Cahyadi AP MSi Kadis PMD Muba Ketika Memberikan Penjelasan Ditengah Kerumunan Warga Desa Talang Piase

Spanduk besarpun terbentang bertuliskan TURUNKAN KADES artinya masyarakat Desa Talang Piase meminta agar sang pemimpin desa tersebut untuk diberhentikan atau dicopot jabatannya sebagai Kepala Desa dan digantikan oleh orang lain.

Mendengar kabar tersebut dan dikuatirkan timbulnya keributan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) H Ricard Cahyadi AP MSi langsung kelokasi dan bertemu langsung warga sekaligus menenangkan warga agar tidak anarkis.

Mantan Walikota Prabumulih itu mendengarkan aspirasi tuntutan warga Desa Talang Piase, setelah mendengarkan tuntutan warga Ricard menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat, begini penjelasan Ricard “Beberapa desa bermasalah mengenai BLT DD masih kita proses dari pihak terkait, termasuk permasalaan di Desa Talang Piase ini,”ujarnya.

Baik diperiksa oleh Inspektorat atau Tipikor Polres Muba, jika terbukti bersalah maka akan ada sangsi tegas bagi mereka yang main-main dengan bantuan tersebut

Saya selaku Kepala Dinas PMD Muba kelapangan ini untuk mengkroscek mulai dari prosedur sampai proses yang berhak menerima apakah ada pemotongan atau tidak sesuai dengan SK hasil musyawarah khusus desa, terangnya.

“Jika nanti ditemukan gejala gejala tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan tentang pembagian BLT DD, maka kita akan beri sangsi tegas kepada Pemerintah Desa atau Kepala Desa sesuai kesalahan yang dilakukan. Kami PMD selalu berkoordinasi dengan instansi – instansi terkait,”tegas Mantan Bupati OKUS tersebut.

Timbulnya polemik dikalangan warga Desa Talang Piase ini, ketika itu Sekretaris Daerah (Sekda) Muba H Apriyadi menyerahkan secara simbolis BLT kepada penerima bantuan dari laporan di desa tersebut yang mendapatkan BLT DD tahun 2020 ada 144 Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan yang dibagikan ke penerimah BLT berkisaran 107 KK, nah adanya selisi penerima bantuan membuat warga mempertanyakan kepada Kades data- data penerima bantuan. Kades tidak dapat menunjukan permintaan warganya tersebut. Tidak puas warga keesokan harinya mempertanyakan itu langsung di berikan BLT sebesar Rp 1.200.000, sebanyak 12 KK/orang.

Dan diduga ada pemalsuan tanda tangan anggota BPD, namun hal ini di bantah Kades , tapi Kades tidak dapat memberikan bukti, sedangkan BPD yang di palsukan tanda tangan mengaku tidak pernah di ajak rapat dan memberikan tanda tangan seperti apa yang di berikan laporan Kades ke PMD.

Akhirnya Kadis PMD Muba dapat menenangkan warga dan warga dapat menerima penjelasannya namun masyarakat Desa Talang Piase maih mengharapkan agar Bupati Muba dapat mencopot dari jabatannya sebagai Kades yang disebut warga mempunyai sifat arogan ini. (Imam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *