Dampak Covid-19, Hasil Penjualan Karet Selalu Merugi, Warga Jirak Jaya Mengeluh

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera

Disamping terdampak Covid-19 petani karet juga mengeluh harga karet murah bertambah sulit bagi kehidupan petani karet untuk menjalani hidup. Walaupun kerja keras banting tulang agar kebutuhan perekonomian keluarga bertambah malah kesulitan hidup semakin terasa. Jangankan penyadap karet orang lain pembeli karet atau toke-pun kesulitan dan hasil penjualan ke pabrik selalu merugi akibat virus corona ini.

Demikian dikatakan seorang pembeli karet, Riko. Pria asal Desa Mekar Jaya Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini mengaku selama pandemi Covid-19 ini hasil penjualan karet ke pabrik selalu merugi akibat.

Seperti hari ini Selasa 16 Juni 2020 sangat jauh pengurangan dari hasil sebelumnya biasanya bisa mencapai 7 atau 8 ton per minggu ini hanya mencapai 4 ton saja penurunan mencapai 50 persen, kalau begini terus lanjut Riko bisa bangkrut bisnis jual beli getah karet ini.

Nah coba bayangkan toke karet saja mengeluh apalagi bagi Ujang Norman yang hidupnya menyadap karet orang lain, masih sedikit beruntung dirinya mendapatkan bantuan pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2020 sehingga dapat meringankan beban hidup, kata bapak 3 anak ini.

Sekarang harga getah karet sekitar Rp 3.500 perkilogramnya itupun belum dibagi kepada pemilik kebun,” Kalau segitu bagaimana saya bisa menghidupi istri dan ketiga anak saya, Beruntung saya masih dibantu bapak Bupati Muba dengan bantuannya,”ucap Ujang.

Ujang Norman berharap agar Pemerintah dapat menstabilkan harga karet agar petani karet seperti diinya dapat makmur dan sejahtera, Harapnya. (Nurdin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *