Awas Ada Tahanan Lapas Sekayu Kabur

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera

Aprin Hata Bin Abdulah Rusdi, Selasa 23 Juni 2020 sekitar pukul 08.30 Wib telah menghirup udara bebas karena berhasil meloloskan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sekayu, Musi Banyuasin Selasa 23 Juni 2020 sekitar pukul 08.30 Pagi hari.

Kejadian ini sibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas II B Sekayu Jhoni Hermawan Gultom. Tertuang dalam laporannya menjelaskan bahwa warga binaan yang kabur itu bernama Aprin Hata Bin Abdulah Rusdi tersandung kasus pencurian (Pasal 363 KUHP), berusia 32 tahun warga Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sekarang telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran Aprin.

Begini ceritanya tahanan Kasus 363 KUHP itu bisa kabar, Pagi itu sekitar pukul 08.30 Wib warga binaan tersebut melakukan pembersihan di area brand gang Lapas, diduga ketika petugas lengah warga binaan ini meloloskan diri dengan cara memanjat pagar tembok Lapas menggunakan tangga yang sudah disiapkannya.

Nah sekitar pukul 11.30 Wib diketahui laporan dari masyarakat sekitar melihat ada Narapidana yang kabur kemudian petugas dibantu warga melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan Napi yang kabur tersebut, berdasarkan camera pemantau CCTP warga binaan itu kabur melalui pos 3.

Diperkirakan lanjut Jhon dia melarikan diri sekitar pukul 11.06 Wib dengan cara memanjat Pos 3 menggunakan tangga yang dibuat sendiri dari kayu sisa disekitar bak sampah. “Memang kejadian itu merupakan faktor kelengahan petugas karena di Lapas ini kekurangan personil petugas keamanan, rendahnya tembok Lapas,”terangnya.

Kini Lapas Sekayu telah membentuk tim Satgas pencarian dan berkoordinasi dengan Polres Musi Banyuasin, Jhoni mengharapkan perhatian Pemerintah setempat agar memprioritaskan bantuan agar tembok keliling Lapas dapat ditambah kemudian pembuatan sanitasi limbah keluar air dalam Lapas, harap Jhon. (Imam)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *