DPC PPWI : Tugas dan Fungsi Pendamping Desa Dipertanyakan

  • Bagikan

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menduga Pendamping Desa di Kecamatan Sungkai Barat, abaikan tugas dan fungsi nya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tanpa cek and ricek dibeberapa desa binaannya, Yenni sebagai Pendamping Desa Comok Sinar Jaya, mengatakan jika Kepala Tukang benar warga dari luar Desa, tetapi pekerjanya warga setempat.

Padehal jelas – jelas pengakuan Kepala Tukang serta para pekerja, mereka bukanlah warga Desa Comok Sinar Jaya, melainkan warga Desa Belimbing. Dari pengakuan pekerja serta keterangan Pendamping Desa, sangatlah bertolak belakang.

Oleh karena itu pula, Nopri Yanto Ketua DPC. PPWI Kabupaten Lampung Utara menduga Pendamping Desa tidak melaksanakan tugas dan fungsi nya dengan maksimal.

Masih menurut Nopri, sudah sepantasnya Pendamping Desa menyarankan Kades agar selalu mengedepankan azas gotong – royong yakni adanya pemberdayaan pada masyarakat.

Hal itu guna melahirkan Kader – Kader pembangunan desa yang baru, selain itu mengawal implementasi Undang-undang Desa.

Sayangnya hal itu, diduga tidak tidak diterapkan oleh Pendamping Desa di Kecamatan Sungkai Barat.

Mengutip berita yang dilangsir media Berdesa.com Pendamping desa adalah salahsatu kekuatan yang bakal sangat membantu desa mempercepat langkah menjadi desa berdaya. Hanya saja kerja pendampingan bukan kerja sembarangan. Seorang pendamping harus memiliki beberapa kemampuan sekaligus yakni kemampuan merasuk dalam karakter kehidupan warga dampingan sekaligus melakukan pemberdayaan.

Fakta di lapangan ada oknum Kepala Desa yang mengeluh karena ada oknum pendamping desa yang ditempatkan di desanya dianggap tidak memiliki kemampuan seperti yang diharapkan. Alih-alih menciptakan kemajuan dan pemberdayaan, malah hanya datang untuk meminta tanda-tangan pada Kepala Desa agar dianggap telah bekerja. Ada pula Kepala Desa yang mengeluh karena pendamping desanya malah mirip petugas administrasi saja di kantor pemerintah desa. Jadi, apa sebenarnya tugas dan fungsi seorang pendamping desa sebenarnya?

Tugas utama pendamping desa adalah mengawal implementasi UU Desa dan mendorong pelaksanaan UU Desa itu dengan cara memberdayakan warga desa dan melahirkan kader-kader pembangunan desa yang baru. Untuk menjalankannya, pendamping desa harus menjalankan fungsi-fungsi antara lain:

Fasilitas penetapan dan pengelolaan kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak asal-usul, Fasilitasi penyusunan dan penetapan peraturan desa yangd isusub secara partisipatif dan demokratis, fasilitasi pengembangan kapasitas para pemimpin desa untuk mewujudkan kepemimpinan desa yang visioner, demokratis dan berpihak pada kepentingan masyarakat desa, fasilitasi demokratisasi desa, fasilitasi kaderisasi desa, fasilitasi pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan desa.

Kemudian, fasilitasi pembentukan dan pengembangan pusat kemasyarakatan (community center) di desa dan atau antardesa, fasilitasi ketahanan masyarakat desa melalui penguatan kewarganegaraan seta pelatihan dan advokasi hukum, fasilitasi desa mandiri yang berdaya sebagai subyek pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan desa yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan dan akuntabel, fasilitasi pembentukan dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa, fasilitasi kerjasama antardesa dan kerjasama desa dengan pihak ketiga serta fasilitasi pembentukan serta pengembangan jaringan sosial dan kemitraan.    (Yulianto )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *