Ketua MOI Lampung Utara Kecam Keras Tindakan Arogansi Oknum Kades AJ

  • Bagikan
Ketua Perkumpulan MOI Lampung Utara, Rizal

Lampung Utara, Meteorsumatera

Mendapat ancaman disertai caci maki oleh oknum Kepala Desa (Kades) Abong Jaya (AJ) Kecamatan Abung Selatan, Mulyadi kepada beberapa wartawan. Awak media ini bermaksud ingin mengkorfirmasikan hasil temuan kepada pejabat desa tersebut namun ada dugaan pengancaman dan caci maki yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut.

Tentusaja apabila benar perbuatan seperti itu tidak sepantasnya dilakukan oleh pejabat publik otomatis mencoreng Institusi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara atas dugaan pengancaman disertai cacian kepada bererapa wartawan yang tergabung dalam  DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Utara, padahal  hendak Konfirmasi mengenai penyaluran Dana Desa (DD) tahun 2019.

Menanggapi prilaku oknum Kades tersebut, Ketua Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Lampura, Rizal didampingi Sekretaris MOI Lampura, Hendri angkat bicara, mengatakan perbuatan ini telah mencederai kebebasan Pers dan menjadi preseden buruk bagi Demokrasi yang tertuang dalam UU PERS no 40 thn 1999. Pasalnya, kata dia setiap awak media mempunyai hak dalam melaksanakan tugas kejurnalisanya dan di lindungi oleh Hukum dan Undang-undang yang berlaku, awak media mempunyai hak untuk mendapatkan dan menggali informasi tanpa batasan tempat maupun wilayah, hingga Istana Kepresidenan demi sebuah informasi yang wajib di berikan pada Publik dan masyarakat umum.

”Perilaku Arogan yang mencerminkan ketidak pahaman seorang pejabat Publik terhadap kerja Media sebagai salah satu pilar Demokrasi dan kontrol sosial bagi pemerintahan dan pembangunan,”ujar ketua Rizal.

Begini kejadiannya, bermula saat tim PWRI mendapat informasi dugaan korupsi dana desa (DD) tahun 2019. Ketika hendak diklarifikasi dikediaman oknum Kades tersebut namun entah mengapa bukan mendapatkan informasi atau klarifikasi yang baik malah rombongan wartawan ini mendapat cacian dan pengancaman, padahal rombongan wartawan diundang oleh oknum Kades tersebut.

Malah oknum Kades ini mengumpulkan warga sambil membawa kayu dan arit seperti mau mencelakai rombongan wartawan ini, jelas seorang wartawan, Hartoni.

Atas kejadian ini, mereka merasa terancam, sehingga pada Senin malam melaporkan ke kejadian tersebut ke Polres Lampung Utara.

“Malam ini kami melaporkan Kades Abung Jayo, Mulyadi, ke Polres Lampung Utara, karena kami sebagai wartawan terancam,” jelas Hartoni.

Ketua DPC PWRI Lampung Utara, Doni Mansyah, membenarkan pihaknya telah melaporkan oknum Kades Abung Jayo Mulyadi ke Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Lampung Utara.

Menurutnya, dengan adanya insiden seperti ini mereka merasa terancam dan tugasnya sebagai jurnalis terhalangi.

“Saya berharap kepada Polres Lampung Utara untuk segera mengambil tindakan tegas dan menahan oknum kades tersebut,” ujar Doni.

Menurutnya, hal ini terkait profesi kewartawanan, yang khawatir akan berimbas kepada psikologis anggota PWRI Lampura.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada Polres Lampung Utara. Saya yakin Kapolres, Bambang Yudho Martono, akan selalu bediri tegak di atas keadilan,” tegasnya. (Yulianto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *