Kades Labuhan Ratu Pasar Anggarkan DD Untuk Pembangunan dan Pencegahan Covid-19

  • Bagikan

Lampung Utara, Meteorsumatera

Merebak dan meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang semakin hari kian bertambah jumlah korban penularannya, hal inilah  menjadi kewaspadaan dan antisipasi dalam menghadapinya. Melalui Dana Desa (DD) tahun 2020 yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat Desa Labuhan Ratu Pasar Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara telah menganggarkan kegiatannya untuk menanggulangi atau penanganannya dan juga mensosialisasinya.

Saat awak media datang berkunjung dikantor Balai Desa, Senin 20 April 2020 dan mewawancarainya, Herman selaku Kepala Desa Labuhan Ratu Pasar mengatakan dampak dari penyebaran Covid-19 ini kita harus melaksanakan kegiatan penanggulangannya dan antisipasi penyebarannya juga harus selalu waspada.

Untuk di ketahui Desa Labuhan Ratu Pasar sudah menganggarkan dana kegiatannya melalui kucuran Dana Desa Tahap pertama 40%,nantinya kegunaan di peruntukan kebutuhan penanganan wabah diantaranya,melakukan penyemprotan, pembelian masker, pengadaan alat pencuci tangan beserta sabun dan juga akan memberikan bantuan BLT kepada masyarakat tak mampu.

Oleh karena itu juga hari ini kami para aparatur Pemerintahan Desa juga sedang melaksanakan rapat musyawarah bersama Kaur, Kasi, BPD, Kadus/RT untuk melakukan Sosialisasi pemberian mamfaat BLT dan sekaligus mendata para warga masyarakat yang layak atau berhak untuk mendapat dana bantuan ini,sesuai keriteria.

Dirinya melanjutkan “Selain hal diatas Desa Labuhan Ratu Pasar juga tetap melaksanakan kegiatan pembangunan dengan pengerjaan pagar keliling balai desa, pembangunan gorong-gorong tiga unit, TPT (Talut Penahan Tanah) dan juga penambahan perlengkapan sarana olahraga jaring lapangan volli karena ini juga menjadi skala prioritas kami di tahun 2020 ini yang berdasarkan hasil musyawarah dan sebagai usulan warga masyarakat setempat..

Herman,menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk selalu waspada,menghindari tempat-tempat keramaian dulu,apabila tidak penting keluar rumah tetaplah berdiam diri, kepada para pemudik atau perantau yang baru datang disini harap segera melapor kepada aparat Pemerintahan Desa,melakukan isolasi mandiri dulu selama 14 hari sebelum berinteraksi dengan warga dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, tutupnya. (Yulianto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *