Andil Putuskan Rantai Covid-19, Nedi Herwanto Dirikan Pos Penjagaan

  • Bagikan

PALI, Meteorsumatera

Bagi wargaku yang sedang merantau diluar sana jangan pulang dulu ke desa, sayangi keluarga, kerabatmu dan kampung halamanmu, virus corona ini sangat berbahaya, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengharapkan kerja sama pada kalian agar tidak mudik ke Bumi Serapat Serasan ini untuk memutuskan rantai wabah ganas itu tidak menyebar.

Ungkapan dan himbauan tersebut dicetuskan oleh Kepala Desa Beruge Darat Kecamatan Talang Ubi, PALI, Nedi Herwanto menghimbau agar warganya yang berada diperantauan jangan mudik dulu kendati perantau yang berasal dari PALI sangatlah banyak mereka memilih pulang karena aktifitas sehari harinya diliburkan,

“Kita sangat berharap para perantau orang asli pali agar jangan mudik dulu, jika covid 19 ini dinyatakan aman baru lah kalian pulang , kami sangat tahu yang merantau ini sudah berapa tahun tidak pulang, namun untuk menyelamatkan warga pali urung kan lah dulu niat untuk pulang.” Terang Nedi, Kamis 23 April 2020 kemarin.

Dikatakan Nedi, Bahwa Pihaknya juga ikut andil dalam memutus rantai penyebaran covid 19, Posko Penjagaan pun telah didirikan pada 28 maret 2020.

“Posko kita aktif walaupun tidak 24 jam, siap melayani dan memantau jika ada warga yang pulang dari luar kota, dari data yang ada hanya terdapat beberapa orang perantau pulang kepali, dan seperti pos pos lain nya setiap pemudik harus diperiksa dahulu melalui bidan desa kami, selanjutnya di anjurkan agar menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah, selama kurun waktu itu kita terus pantau warga yang melakukan isolasi mandiri dirumah dan melihat perkembangnya.” Kata Nedi

Lelaki yang akrab disapa Net ini menuturkan selain posko desa didirikan team desapun melakukan berbagai kegiatan mulai dari penyemporotan, bagi-bagi masker dan menyiapkan puluhan ember cuci tangan dan handstanizer

“Upaya ini kita lakukan dalam mencegah penyebaran covid 19, mengenai dana nya turun dari Anggran Dana Desa (ADD) yang dialokasikan sebesar 50 juta untuk kegiatan covid 19, anggaran itu lah kita gunakan, mulai dari bangun posko, beli ratusan masker untuk warga, membeli alat pelindungi diri (APD) dan keperluan diposko desa dan lainnya.” tutur nya.

Lebih lanjut Nedi Menghimbau warga yang berada didesa agar tetap waspada, hindari keramaian tunda berpergian apabila penting selalu gunakan masker, jangan lupa cuci tangan, selain itu terapkan pola bersih dan sehat serta mengkonsumsi makanan yang bergizi, pungkasnya. (Sendi).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *