Breaking News Lahat

Oknum Camat dan Oknum Kades Diduga Halangi Tugas Wartawan

Lahat, Meteorsumatera

Menindaklanjuti informasi yang diterima media ini bahwa di Desa Kepala Siring Kecamatan PUMU Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bahwa ada sebuah irigasi yang jebol atau ambrol, setelah informasi tersebut ditindaklanjuti (kroscek) kelapangan, Kamis 27 Februari 2020 bahwa informasi itu benar bangunan irigasi ambruk diperkirakan panjangnya mencapai 25 meter.

Sebagai wartawan profesional dan bermaksud memberikan pemberitaan yang berimbang wartawan media ini bermaksud mengkonfirmasikan kepihak pemerintah setempat sekitar pukul 14.25 Wib, setibahnya di Kantor Kepala Desa Kepala Siring sedang ada kegiatan penilaian Desa terbaik se Kabupaten Lahat.

Masih berdasarkan keterangan wartawan koran ini (Bambang Irawan) setibanya di Kantor Desa kepala siring dirinya jumpai seorang panitia bernama Selamat minta ketemu dengan Kepala Desa setempat.

Lantas lanjut wartawan koran ini panitia tadi mempersilahkan dirinya dan rekan kerjanya Rubani untuk masuk “Masuklah kebenaran Kades dan Pak Camat sedang ada dan mengobrol santai,”ujar seorang panitia tadi.

Lantas wartawan media ini yang di damping seorang rekan mantan LIPER-RI bernama Rubani, setelah dihadapan oknum Kades berinisial Fs dan Oknum Camat inisial AP, mengucapkan Assalamulaikum seraya jabattangan dan perkenalan serta memberikan koran Meteor Sumatera dan mengenakan atau mengantungkan Id card Meteor Sumatera. Com.

Lantas oknum Camat menanyakan mau apa, Wartawan jawab mau kofirmasi adanya bangunan irigasi ambruk di wilayah Desa Kepala Siring Kecamatan PUMU Kabupaten Lahat, Lantas Oknum Camat berkata : saya tidak senang dengan seluruh wartawan pura – pura baik ujungnya melaporkan kami ke Bupati, ucapnya oknum Camat Ap sambil langsung beranjak meninggalkan wartawan dan rekan kerjanya dan oknum Kades pun pergi dari ruangan tempat wartawan menghadap.

Berselang sekira 5 menit, wartawan ini keluar ternyata oknum Kades dan oknum Camat sedang perfose dengan tim penilai lomba Desa dari Kabupaten Lahat. Lantas wartawan ini pamit dengan oknum Camat untuk ikut mengambil photo.
Usai berphoto oknum dua pejabat ini bersama tim penilai, ketika mereka duduk merasa belum mendapatkan informasi atau bahan pemberitaan namun bukan masalah irigasi jebol lagi yang mau dikonfirmasikan tapi mau minta pendapat Kades tentang desanya yang mendapatkan nilai terbaik sekecamatan PUMU namun belum sempat menjawab sang Camat keluar halaman kantor karena ada yang memanggilnya.

Dengan nada emosi oknum Kades langsung berkata kepada wartawan dan rekannya itu,” Mengapa kau selonong boy masuk kerumah saya memangnya tempat saya, tempat bandit, tempat saya mau masuk harus izin dulu sedangkan pak Camat saja saya undang, kalau tidak di undang tidak mungkin datang dia, ucapnya oknum Kades dengan nada keras.

Masih lanjutnya oknum kades, Wartawan ada kode etiknya kalau kalau belum diizinkan dan tidak di undang tidak boleh masuk ini kau Wartawan nanti saya buka websetnya rəsmi apa tidak, ucapnya semangkin beringas.
Lantas Wartawan ini menjawab dengan setengah gerogi mempersilakan çek, oknum kades membentak langsung berdiri dan berkata, – saya pukul kau dengan kursih.

Kemudian oknum Camat kembali datang seraya tarik tangan Wartawan ini dan mengatakan, – pergilah kau dari sini, jangan cari balak (ribut-Red) dişini, lantas Wartawan ini dengan temanya bernama Rubani meninggalkan lokasi. Sebelum pergi Rubani mengatakan kepada oknum Kades Fs, saya asli Dusun Suban (salah satu Desa di wilayah kecamatan PUMU), dan mengatakan dari LSM mendampingi Wartawan ini akan korscek kelapangan, ucapnya di hadapan oknum dan beberapa panitia sedang duduk disekitar beranda oknum kades.

Eronisnya lanjut BI setelah Berselang sekira satu jam oknum Camat AP di telpon berkali-kali tidak mengangkat, setelah sekira jam 17.15 Wib, oknum Camat menelpon media ini, dia mengatakan salah kamu langsung masuk ke rumah orang sedang ada tamu, tidak sopan kamu, ucapnya. Wartawan ini jawab seperti kronologis pertama sudah diizinkan oleh seorang panitia, dan bapak saya izin menaikan berita bapak seorang oknum Camat menghalangi saya dalam menjalani tugas jurnalist, ucapnya Wartawan ini,
Itulah kamutu.. langsung memutuskan suara di hp ya. Oleh oknum Camat. (Bi)