RDP Temukan Jalan Buntu, Kuyung Kritis Tolak Tali Asih

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera – Tiga Kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pt Medco dan masyarakat tiga desa yang terkena imbas bocornya pipa minyak diduga berasal dari pipa Medco. Tiga desa dalam Kecamatan Lais tersebut yakni desa Rantau Kroya, Desa Teluk Kijing dan Desa Petaling rapat digelar (25/7/2019) sekitar pukul 10.00 Wib diruang rapat DPRD Muba tidak menemukan kesepakatan.

Menurut Achmad Rivai selaku pemegang kuasa masyarakat mengatakan agar pihak perusahaan segera memikirkan nasib warga yang terkena dampak minyak hitam pekat tersebut.

Karena lanjut pria yang terkenal dengan Kuyung Kritis ini warga tidak bisa bercocok tanam karena sawah mereka terkena minyak ,” rata rata hasil petani padi sawah dalam sekali panen mencapai 3 – 5 ton, ini pihak perusahaan katanya mau mengganti hanya 1 ton jelas kami tidak mau, coba pikirkan nasib masyarakat yang terkena dampak kebocoran itu, bagaimana nasib mereka seandainya 5 tahun kedepan mereka tidak bisa bertanam padi lagi, coba kita bayangkan nasib anak cucu petani padi ini,” tegas Kuyung Kritis ini.

Apalagi katanya mau diganti dengan tali asih, itu aturan dari mana, kami mau diganti berapapun asalkan berdasarkan peraturan pemerintah, tegas Kuyung Kritis didepan Ketua DPRD Muba, Dandim 0401 Muba, Kapolres Muba, Pihak BLH Muba dan peserta rapat lainnya.

Kemudian lanjut Achmad Rivai ini kalau tidak ada titik temu maka saya akan beli lahan yang terkena dampak dan pipa Pt Medco dibongkar dari lahan saya tersebut, tegasnya.

Sementara Edison meminta agar pihak perusahaan memikirkan nasib warga yang 8 bulan ini tidak bisa bercocok tanam lagi, apa yang dilakukan oleh Pt Medco terhadap mereka tegas mantan Kepala Desa ini.

Saya meminta sebelum persoalan ini selesai maka pihak perusahaan jangan dulu beroperasi seperti kami sudah beberapa bulan ini tidak bisa menanam padi disawah itu, tuturnya.

Sekretaris BLH Muba H Adi Candra mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya upaya agar persoalan ini dapat terselesaikan namun hingga saat ini kedua belah pihak tidak menemukan jalan keluarnya, ujar Adi.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE.MM menjelaskan bahwa persoalan ini sudah sampai ke Polda Sumsel jadi saya tidak perlu menjelaskannya panjang lebar, sebenarnya lanjut Andes belum ada titik temu antara warga dengan pihak perusahaan.

Kapolres mengakui bahwa di Pt Medco ini banyak sekali persoalannya terkait pencurian seperti pencurian kabel dan lainnya.

Bocornya pipa minyak tersebut kami tidak tahu pasti karena barang buktinya sudah hilang, apakah digergaji orang atau memang pipa sudah keropos, ujar Kapolres.

Kemudian pihak Pt Medco mengatakan sudah melakukan inventarisasi dan pembersihan lahan selanjutlah telah membayar tali asih kepada 3 orang yang terdampak limbah minyak terangnya.

Berhubung tidak ada titik temu kedua belah pihak ketua DPRD Muba Abusari Burhan SH, MSi merekomendasikan persoalan ini Kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Hadir dalam rapat tersebut ketua DPRD Muba, Dandim 0401 Muba, Kapolres Muba, DLH Muba, Pihak Kecamatan Lais, Perwakilan warga terdampak Achmad Rivai, M Oyok Sumardi, Edison, Nikmat dan warga lainnya (Acak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *