BBM Jenis Solar Langka, Angkutan Batubara Sumbat SPBU

  • Bagikan

BANYUASIN, Meteorsumatera – Sebulan terakhir dikeluhkan para sopir yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ngaku semakin sulit didapatkan disetiap SBPU, selain semakin Langka BBM tersebut, juga terdampak dari banyaknya truk angkutan Batubara yang ikut mengantri.

Warga yang berdumisili disekitar kawasan SPBU Sedompo Kecamatan Betung kepada media ini mengatakan terjadi antrian semacam ini hampir setiap hari terjadi bahkan selama sebulan terakhir kemacetan arus lalulintas diruas Jalintimsum Palembang-Jambi sudah tetlihat, tapi masalah penyebabnya tidak tau persis.

“Apa karena memang BBM jenis Solar yang langka apa karena bertambahnya kendaraan anggkutan batubara yangkian banyak. Sebab sebelum ada angkutan batubara melintas diruas Jalintimsum ini dan di SPBU itu jarang kehabisan stok”, katanya.

Pengawas SPBU Sedompo saat ditemui awak media ini, Elpi mengatakan untuk stok BBM jenis Solar belum ada tambahan masih seperti yang dulu hanya 8 ton. Kalau masalah antrian kendaraan sudah lama terjadi, karena jumlah kendaraan bertambah, sedangkan stok BBM kami belum ada tambahan.

Dikatakanya, memang ada bedanya masalah antrian jenis kendaraan truk yang mau mengisi BBM disini, sebelum ada angkutan batubara tidak sampai menumpuk dan terjadi antrian panjang seperti sekarang ini, katanya sembari mengatur kendaraan yang masuk kelokasi SPBU.

Pantauan media ini, kendaraan angkutan batubara dari arah Sekayu Muba tujuan ke Dermaga dikawasan Perairan Kecamatan Sungai Lilin itu terlihat ada aktipitasnya semenjak usai Pemilu lalu dan sampai saat ini terlihat kendaraanya semakin bertambah banyak. Untuk pengisian BBM nya selalu di SPBU Sedompo, wajar kalau setiap hari ada antrian yang menyumbat arus lalulintas dari dua arah Palembang-Jambi atau sebaliknya.

Kemacetan dampak dari angkutan batubara itu juga sering terjadi di Simpang Tiga Taman Kota Betung (TBK), karena tidak bisa langsung sekali mutarnya, sedangkan arus kendaraan dari 2 jalur Palembang-Jambi dan Palembang-Sekayu hampir setiap saat mengalami kepadatan.(waluyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *