Antara Warga dan PT Medco Belum Temukan Titik Temu

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera – Aula Kantor Camat lais dibahas tentang bocornya pipa minyak PT Medco Energi 8 Pebruari 2019 lalu berbuntut panjang, puluhan warga yang terkena dampak bocornya minyak itu menuntut ganti rugi karena lahan yang selama ini digunakan oleh warga tidak bisa digunakan untuk menanam padi karena areal persawahan masih digenangi minyak hitam pekat yang keluar dari pipa PT Medco.

Diagendakan tanggal 8 Juli nanti masyarakat di tiga desa ini meliputi Desa Danau Cala, Rantau Keroya dan Petaling akan membahas persoalan ini digedung DPRD Muba, hadir PT Medco, BLH Muba dan pihak terkait lainnya.

Namun sebelum lanjut dibahas di kantor DPRD Muba ini Camat Lais Deni Sukmana, Pihak BLH Abdul Basit, Humas PT Medco, Koramil Kec Lais, Kepala Desa Petaling dan Kepala Desa Rantau Keroya serta Warga yang terkena limbah minyak tersebut.

Camat Lais Deni Sukmana mengatakan bahwa pertemuan kali ini untuk mencocokan atau mensinkronisasi tuntutan warga dengan pihak PT Medco sebelum dibahas di ruang rapat DPRD Muba.
“Kami pihak kecamatan memfasilitasi mencari jalan terbaik agar persoalan ini tidak berlarut larut, saya mengharapkan kedua belah pihak dapat menerima,” harap Camat.

Kemudian pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Musi Banyuasin (Muba) Abdul Basit menjelaskan berkumpulnya hari ini Rabu (5/7/19) untuk mencari solusi nantinya apapun penjelasan dari pihak PT Medco kita cernah, kemudian Lanjut Basit pihaknya telah melakukan inventarisasi tanah yang berdampak pada pencemaran areal persawahan warga itu disaksikan langsung oleh pihak kecamatan, pihak perusahaan dan warga.

Pada kesempatan ini papar Basit, Pihak BLH akan mendengarkan paparan dari PT Medco mudah-mudahan ada solusi agar persoalan ini dapat terselesaikan secara baik.

Sementara itu Humas PT Medco Andri memaparkan bahwa pihaknya sedang membangun proses penyelesaian masalah sudah cukup panjang, jelasnya.

Dari rapat di DPRD Muba Lanjut Andri berkesimpulan untuk menginventarisasi akibat pipa yang bocor maka akan melakukan perhitungan (Konvensasi) dan PT Medco melakukan pembersihan maka kami dengan pihak terkait kita komunikasikan untuk kelapangan maka tanggal 8 Juli turun kelapangan bersama sama untuk memetakan siapa siapa warga yang terkena dampak.

Perwakilan warga yang terkena dampak minyak bocor Edison, sepakat apa yang diucapkan pihak PT Medco mengenai jumlah warga yang terimbas bocornya pipa namun lanjut Mantan Kades Petaling ini masalah uang ganti rugi kami belum bisa mengatakannya diruang rapat ini namun sewaktu di bahas diruang rapat DPRD Muba nanti akan disebutkan, jelasnya.

M Oyok Sumardi menjelaskan bahwa ada 12 pemilih lahan atau Ring I dan luas seluruhnya2 162.361 M2 itu belum termasuk daerah sekitar yang terkena semburan minyak bocor.

12 warga tersebut Mulyadi, Lahmat, Rusik, Alwan, Rosman, Rokaini Bin Ayub, Nikmat, Komarudin, Lakoni Salaha dan Kurnaidi (Acik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *