Limbah Cair PT BAP Dinyatakan Sangat Berbahaya

  • Bagikan

BANYUASIN, Meteorsumatera – Akhirnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyatakan Limbah Cair Pt. Bintang Agung Persada sangat berbahaya dan Pemkab tidak main-main dalam menegakan peraturan dan menindak tegas bagi perusahaan yang terkesan mengabaikan peraturan yang ada. Apalagi perusahaan yang bergerak di bidang pengelolan karet yang memiliki limbah cair yang butuh penanganan khusus agar tidak berdampak luas serta jangka panjang bagi kelangsungan lingkungan hidup sekitar.

Surat resmi pernyataan yang itu ditandatangani Bupati Banyuasin H. Askolani sudah dilayangkan ke PT. Bintang Agung Persada (BAP) dan surat tersebut merupakan Peringatan Keras terhadap perusahaan agar segera melakukan perbaikan pengolahan limbah, kerena hasil sidak dan laboratorium uji limbah yang diambil dari outlet mengandung zat yang sangat berbahaya yang dapat mengacam kehidupan pada habitat lingkungan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin Ir. Izro Maita M.Si melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelohan limbah (P3L), Abas Kurib S.T, M.Si. dijelaskan bahwa dari hasil laburatorium didapati zat yang membahayakan bagi lingkungan Rabu (29/5/19).

” Hasil Lab ada dua parameter amoniak sama entotal yang melebihi baku mutu, makanya langsung diberikan sanksi Peringatan keras segera memperbaiki ipal (pengolahan limbah),” tegas Abas

Peringatan keras ini lanjut Abas, PT. BAP di beri tenggang waktu paling lama 6 bulan untuk melakukan perbaikan ipalnya, jika dalam waktu yang ditentukan masih juga membandel tentu sanksi setingkat lebih tinggi lainnya akan menyusul bahkan bisa sampai pencabutan izin pengoperasianya.

“Ya Bupati langsung menandatangani surat peringatan keras itu dan sudah kita kirim ke PT. BAP, kita lihat sejauh mana keseriusan perusahaan nantinya mengindahkan perintah Bupati untuk melakukan perbaikan Ipal, ya bisa saja di stop sementara izin operasinya jika teguran keras, dan sanksi lainnya tidak juga melakukan perbaikan karena dinilai sangat membahayakan lingkungan, tidak menutup kemungkinan kebijakan itu diambil pemerintah,” tutupnya.(waluyo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *