PSU Caleg Dapil 2 DPRD Banyuasin Digelar 28 April 2019

  • Bagikan

Banyuasin, Meteorsumatera – Diketahui surat suara (Susu) untuk calon Legislatif (Caleg) daerah pilihan (Dapil) 2 DPRD Banyuasin yang isinya nama Caleg untuk Dapil 1, maka seluruh untuk susu caleg DPRD Banyuasin dalam Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Betung, Suak Tapeh, Pulau Rimau dan Tungkal Ilir sebanyak 445 TPS oleh ketua panitia pemungutan suara (KPPS) langsung dibekukan baik yang sudah dicoblos maupun yang belum tercoblos pada (17/4/2019).

Berbagai isu yang berkembang, adanya salah cetak susu caleg DPRD Banyuasin yang terjadi di Dapil 2 itu muncul banyak dugaan dikalangan masyarakat bahwa selain ada dugaan sabotase yang melibatkan oknum dipercetakan dan adanya unsur untuk meningkatkan efek kecurangan yang terorganisir dan lebih fatal lagi kejadian itu dampak kelalaian pihak penyelenggara pemilu baik dari KPU dan jajaran termasuk dari Banwaslu.

Sedikitnya 120 Caleg dari 15 parpol peserta pileg untuk Dapil 2 dibuatnya klimpungan, karena biaya yang mereka gelontorkan tidak sedikit nilainya, dampak kejadian itu akan berpengaruh peluang dirinya untuk memwakil suara rakyat di DPRD Banyuasin 2019-2024, karena yang semula suara dukungan yang sudah teroganisir tentu bisa menjadi bubar.

Jupri Caleg no. 4 yang diusung parpol PBB, ngaku kecewa atas kejadian itu, sebab pendukung suaranya datang dari merantau hanya untuk kemenanganya pada (17/4) dan mereka boleh izin dari tempatnya bekerja 2 hari, mereka kini sudah kembali bekerja dan itu yang menjadi masalah pada perolehan suara kami pada PSU (28/4) mendatang.

Masih menurutnya, biaya yang kami keluarkan tentu tidak sedikit akan hilang begitu saja, jika kami harus kembali mengeluarkan biaya untuk saksi, tentu sangat keberatan dan tidak mungkin para saksi beketja tanpa dibayar, ini yang menjadi delema sebagai Caleg, sedangkan sebagai pendukung kami pun sudah bubar dan tentu bagi para Caleg yang akan sama yang dikeluhkannya.

Demikian juga desakan timbul dari Andial Caleg no. 5 yang diusung parpol PKPI mengusulkan bahwa KPUD Banyuasin lakukan PSU dari Nol secara masif tanpa terkecuali. Karena masalah itu dampak kelalaian KPU, secara otomatis biaya yang timbul KPU harus bertanggungjawab terhadap saksi dan KPU harus mengundang kepada pemilih di wilayah Dapil 2 layaknya pelaksanaan pileg 17 April yang lalu, terakhir agar KPU mengintruksikan kepada Bupati agar seluruh PNS, BUMN/Swasta untuk diliburkan saat digelar PSU, tegasnya.

Ketua KPU Kabupaten Banyuasin Agus Supriyanto kepada wartawan menjelaskan berdasarkan surat keputusan bahwa PSU untuk Caleg DPRD Banyuasin khusus Dapil 2 diselenggrakan pada (28/4/2019) dan hasil pileg pada (17/4) surat suara yang sudah atau yang belum dicoblos dinyatakan dibatalkan, jelasnya.(waluyo).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *