Dugaan Kecurangan, Timses Caleg DPRD Kabupaten/Kota Tuntut Pemilihan Ulang

  • Bagikan

KAYUAGUNG – Diduga terjadinya ketidak akuratan jumlah hasil penghitungan suara yang sah DPRD Kabupaten/Kota Dapil 1 (Kayuagung, Pedamaran, Pedamaran Timur, Tanjung Lubuk dan Teluk Gelam) Kabupaten OKI, disejumlah TPS Khususnya Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Timses sekaligus saksi dari Caleg DPRD Kabupaten/Kota Partai Gerindra Dapil 1 Nomor urut 1.Abdul Hamid, SH yaitu Lutfi menyangkal akan hasil penghitungan suara C1 yang di umumkan pada rapat rekafitulasi yang dipimpin oleh Ketua PPK Kecamatan Pedamaran, Ahmad Sarmidi beserta pihak Panwascam di Aula Rapat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Rabu (24/4).

Lutfi membantah saat Ketua PPK menyatakan hasil jumlah suara yang menurutnya hal tersebut disinyalir memiliki kejanggalan atau penggelembungan suara dari hasil suara yang diperoleh Caleg DPRD Kabupaten/Kota Partai Gerindra, Abdul Hamid yang diduga dilimpahkan kepada Caleg lain dalam hal ini masih dalam interen Partai Gerindra itu sendiri.

Bahkan menurutnya jumlah DPT dan data Pemilih dari 7 TPS Khususnya Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI memiliki perbedaan dari yang sebenarnya disebabkan adanya data pemilih yang seharusnya si bersangkutan tidak ada ditempat ternyata bisa menyalurkan hak pilihnya.

Maka dari itu pihaknya menuntut untuk mengajukan keberatan atas hasil perhitungan suara yang terindikasi adanya pengelembungan suara di tujuh TPS Desa Sukaraja. dan meminta untuk membuka serta menghitung ulang kotak suara DPRD kabupaten/Kota demi keakuratan data pemilih.

Senada dikatakan Ida Komala selaku saksi dari Caleg Partai PKB Dapil 1 No urut 2, Wira Widia Astuti turut membenarkan akan adanya kejanggalan dari jumlah hasil penghitungan suara dari beberapa TPS Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran terdapat 25 nama yang termasuk di DPT sementara orangnya tidak ada ditempat. bahkan ada juga yang sudah meninggal dunia akan tetapi nama-nama mereka tetap tercatat didalam data C 1 bahkan dapat memilih.

5 nama warga yang sudah meninggal antaralain, Holidi, abdul halim, yanamuddin, hasanah, rohana. sedangkan 20 nama warga asal desa Sukaraja yang saat ini tidak berdomisili didesanya atau berada diluar kota bahkan diluar Negeri (Malaysia) diantaranya, lisna wati, lusiana, amelia puspita, puspita sari, jamila wati.
Luar kota (jawa) Muksini, Ayu perina, kartini, rima kurniasari, Arlan Rowi, Sani Kurniawan, Sulistiono, Fitria, Misra, Wendi Juniarto, Sri Wahyuni, Robinson, Karimah, M.Sapari, Ivan Sumantri dan M.Rosi, “jelasnya.

Sejauh ini kami selaku tim sudah melaporkan hal tersebut ke pihak Banwaslu OKI dan Banwaslu Provinsi Sumsel, apabila kesalah ini memang terbukti, kami selaku Tim dari salah satu Caleg menuntut diadakan pemilihan ulang didesa Sukaraja Kecamatan Pedamaran.

Untuk Sementara dari rapat pleno rakafitulasi di Kecamatan Pedamaran terkhusus DPRD Kabupaten/Kota ditunda sementara guna melanjutkan penghitungan suara Pilpres, DPR RI, DPD dan DPRD Provinsi. (g-wijaya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *