SDN 1 Sungai Lilin ciptakan Suasana Belajar Yang Nyaman Siswa Senang

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera – Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru  sebagian besar terjadi dalam kelas yakni membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Yang berhubungan dengan bakat dan minatnya. Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.

Akan tetapi apabila terdapat kekurangserasian antara tugas, dan sarana atau alat atau terputusnya keinginan yang satu dengan keinginan yang lain, antara kebutuhan dan pemenuhannya, maka akan terjadi gangguan. Maka menjadi tanggungjawab bersama untuk menciptakan kondisi kenyamanan di kelas dan lingkungan sekolah.

Menurut siswa-siswi Adi dan herman SDN 1 Sungai Lilin saat di bincangi awak media di sekolah mengatakan tentang suasana belajar yang mereka alami,” ya Suasana tenang dan nyaman pak,” ini adalah suasana yang kami diharapkan , terlebih untuk mendapatkan pengajaran yang baik dari guru-guru selama ini. bahwa ketenangan serta suasana kelas yang kondusif seperti ini akan mendukung suasana kami belajar yang nyaman pak,” ujarnya.

Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Sungai Lilin M Dahlan Spd menjelaskan saat di temui awak media di kantornya Jum’at (25/1/2019) mengatakan memang benar adanya rehap ruangan kelas sebanyak 35 ruangan membikin suasana ruang kelas dan tata letak susunanya juga merupakan komponen penting untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman siswa dan siswi. Ruang kelas harus cukup terang, sehingga cukup memfasilitasi mata untuk membaca buku maupun tulisan di papan tulis dengan jelas.

Bukan itu saja meja dan kursi merupakan sarana pokok siswa untuk duduk, membaca, menulis, dan menggambar. Fungsi itu harus diusahakan maksimal. Tata letaknya diubah-ubah sesuai dengan situasi. Kegiatan belajar-mengajar juga akan lebih efektif apabila didukung suasana hati yang riang gembira.

Kepala sekolah M. Dahlan Spd menambahkan ,”Denga demikian suasana belajar tidak menimbulkan stress dan ketegangan pada siswa. Guru sangat berperan penting dalam menciptakan suasana hati tersebut. Guru yang menampakkan ekspresi murung, sedih, dan marah-marah, semua ini akan memengaruhi siswanya.

Pembelajaran yang efektif merupakan  hasil interaksi seluruh tubuh dan pikiran. Untuk mencapai hasil belajar yang baik, dituntut sikap tubuh yang baik pula. Misalnya: membaca sambil tiduran tentu kurang baik hasilnya daripada membaca dengan duduk tegak. Pada waktu menulis, mata siswa jangan terlalu dekat dengan bukunya. Semua hal ini akan merusak mata dan tubuh. Ciptakan suasana senang dan minat yang besar terhadap apa yang dipelajari.

Nah cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang dipelajari itu bener-bener masuk ke otak, siswa harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar,” ungkapnya.

Harapan kami selaku kepala sekolah Selain Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah di ingat Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan nemonics seperti ini siswa bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.

Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal, tutupnya. (Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *