Jalinteng Rusak, Warga Protes Pemerintah Perbaiki Jalan

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera –¬†Kondisi badan jalan di Lintas Sumatera masih banyak yang berlubang di sejumlah titik di Jalur lintas Sumatera ,bahkan satu-satunya akses untuk penggendara sepeda motor dan mobil yang melewati diruas jalan tersebut kini semakin parah.

Saat melintas di ruas jalan Palembang- Jambi terlihat oleh Bawak media Kaposlantas suka maju Polres Muba, Bribka Alimin Fikri SH sedang mengatur lalulintas tepatnya di KM 114 dan KM 115 depan Daeler Mitsubisi Desa Suka Maju Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.
Aparat tersebut terlihat mengukur lobang yang sering menimbulkan kecelakaan di ruas jalan. Rabu 14/11/2018.

Dari pantauan meteorsumatera.com di lapangan, dari ruas jalan palembang menuju Jambi, jalana berlubang masih cukup banyak. Diperkirakan jalan berlobang mencapai puluhan titik. Jalan berlubang tersebut tampaknya sudah ditambal tahun sebelumnya. Tetapi karena seringnya dilewati kendaraan, jalan kembali berlubang.

Jalan berlubang yang ditemui ukurannya bervariasi, bahkan dengan diameter cukup besar, yaitu sekitar satu sampai dua meter, dengan dalam ada yang mencapai 25 sampai 30 sentimeter.

Kondisi tersebut, sontak menuai keluhan para pengendara lalu lintas. Seperti yang disampaikan piyan (32) Warga Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba. ” Jalan berlubang pada malam hari sering tidak kelihatan sehingga dikhawatirkan akan terkejut dan kepeleset. Jadi jatuh,” ungkapnya, Rabu sore 14/11/2018 .

Ia berharap jalan yang rusak ditangani dengan segera karena di wilayah itu gelap dan berbahaya. Kendati demikian,
sebagian jalan yang rusak akibat usaha penambalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (PUPR) dan Perhubungan.

“Kita minta kepada dinas terkait kalau seandainya memang belum bisa cepat perbaikan. Sebaiknya lobang di tampal dulu, Kalau seperti ini kita yang kesulitan, pungkasnya. (Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *