300 KK Warga Desa Selaro Terisolir, Akibat Jembatan Kayu Terancam Roboh

  • Bagikan
Kadis PU PR Muba H Herman Mayori, ST.MT

MUBA, Meteorsumatera – Setidaknya ada 300 Kepala Keluarga (KK) kuatir terancam desanya bakal terisolir, jembatan menjadi satu satunya penghubung nyaris ambrol karena dimakan usia.

Warga setempat memohon agar pihak terkait dapat memperbaiki jembatan terletak diatas sungai selero, jembatan itu dibangun oleh masyarakat sendiri bertahun tahun yang lalu.
Jembatan itu menghubungkan 2 Desa selaro 2 dan 3, tepatnya di Rt 10 Rw 3, Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin.

Sekitar 300 KK warga setempat mengeluh sehingga tidak bisa beraktivitas secara normal, di karenakan jembatan tersebut di kuwatirkan oleh warga selama ini roboh, lantaran tak kuat menahan beban saat kendaraan roda 4 atau 2 yang bermuatan akan melintas di jembatan tersebut.

Seorang warga Desa Selaro, Jendro (45), Kamis (1/11) mengatakan, jembatan itu menjadi jalan akses utama warga jika hendak menuju kecamatan Bayung Lincir maupun Sekayu.
Sebenarnya jembatan itu hanya untuk kendaraan roda dua, sepeda dan pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil apalagi truk bermuatan berat tidak bisa melitas takut jembatan kayu itu ambrol.

Karena itu, kami berharap kepada pemerintah terkait, pembangunan jembatan permanen di desa kami ini segera di bangun karena aktivitas warga selama ini tidak maksimal bila melihat kondisi jembatan kayu ini sudah cukup lama dan tidak dapat dilewati warga takut mengancam keselamatan, kayu banyak yang rapuh. Kata Jendro lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) H Herman Mayori ST MT ketika dikonfirmasikan mengatakan sekarang pihak Pemkab. Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas PU PR ini lagi giat giatnya melakukan pembangunan khususnya infrastruktur jalan dan jembatan.

Untuk itu saran Herman sebaiknya Kepala Desa (Kades)mengajukan usulan agar jembatan tersebut diperbaiki atau diganti dengan jembatan lain, katanya singkat (Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *