Puluhan Hektare Lahan dan Kebun Sawit Terbakar

Minimnya Air Mempersulit Upaya Pemadaman

MUBA, Meteorsumatera– Minimnya air di daerah tersebut merupakan salah satu faktor penyebab sulitnya api dapat dijinakkan.

Tim gabungan terdiri dari BPBD Muba, TNI, Polri dan Manggala Agni, di bantu masyarakat sekitar namun masih mengalami kesulitan memadamkan api yang membakar sedikitnya puluhan hetar lahan dan perkebunan kelapa sawit.

Peristiwa kebakaran ini terjadi di Desa Suka Damai Baru Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Selasa (2/10).

Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, lahan tersebut milik masyarakat yang di kelola oleh koperasi dengan program replanting.

Kebakaran itu terdeteksi sekitar pukul 13.00 Wib. Mendapat ada laporan kebakaran, ketua koperasi secepatnya mengerahkan pemadam kebakaran dan dan dibantu oleh personil koramil 401-01 juga Babinkamtimas Polsek Sungai Lilin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni, langsung ke lokasi.

Sesampai di lokasi, petugas mendapatkan kebakaran yang meluas,Kondisi lokasi di kawasan perkebunan kelapa sawit yang di kelola oleh KUD Desa Suka Damai Baru ini.
Minimnya air di daerah tersebut sehingga membuat tim kesulitan menjinakkan si jago merah.

Petugas dan di bantu masyarakat hanya bisa memadamkan dengan menggunakan alat seadanya di tambahkan lagi angin kencang juga semakin menyulitkan pemadaman.

Tak lama kemudian pemadam kebakaran turun kelokasi dan di bantu juga dari PT TDM untuk memadamkan si jago merah sehingga dapat di padamkan dengan cepat.

Saat ini upaya pemadaman masih terus diupayakan hingga sore ini,kata plt Kades Suka Damai Baru Roby, ikut serta dalam memadamkan api di lokasi kebakaran, punkasnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Muba Haryadi Karim SE. MSi mengatakan agar masyarakat ataupun pihak pengusaha perkebunan agar selalu menjaga lahan agar tidak terbakar disaat kemarau seperti ini.

Suasana panas seperti ini biasanya stok air yang terbatas menjadi salah satu faktor sulitnya api dipadamkan, katanya Singkat.

Sampai saat ini sumber api belum diketahui, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.30 Wib. (Doyok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *