Pertama di Indonesia Gunakan Aspal Hot Mix Dicampur Karet

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera– Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin ke Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin dalam rangka Launching peningkatan jalan dengan menggunakan aspal Hotmix di campur Karet disambut hangat oleh warga.

Kunjungan orang nomor wahid di Muba ini dampingi staf ahli Bupati, Kapolres Muba, Kadis PUPR, Kajari Sekayu, Kadishub, Ketua Partai Golkar Muba, Camat Sungai Lilin serta pejabat lainnya. Kamis (11/10) Kemarin.

Kabupaten Musi Banyuasin mulai menerapkan teknologi terbaru dalam pembangunan jalan. Kali ini, teknologi campuran aspal dengan serbuk karet alam terkativasi (Skat) diterapkan untuk pertama kali di Kabupaten Muba, Sumsel, bahkan di Indonesia.

Uji coba aspal karet tersebut dilakukan di jalan Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepanjang 465 meter. Dimana pengaspalan jalan desa tersebut menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi sebanyak 8,49 ton.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bahwa tahap pertama ini kita uji coba sepanjang 465 meter dengan menggunakan teknologi skat,dalam kegiatan launching pekerjaan peningkatan jalan dengan aspal hotmix yang menggunakan campuran Skat, di Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sungai Lilin.

Menurut Bupati, uji coba yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dan ketahanan aspal karet dengan teknologi Skat yang pertama kali digunakan.

Nanti kita coba teknologi latex. Lalu kita lihat mana yang paling tahan dan paling baik menyerap karet alam milik petani.
Selanjutnya, kita buatkan ketetapan agar seluruh jalan yang dibangun di Muba menggunakan campuran karet, kata Dodi.

Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin, mengatakan, karet alam yang dicoba untuk diserap dan diterapkan pada sektor jalan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, sambung dia, untuk teknologi Skat, baru pertama kali diterapkan di Indonesia yakni di Kabupaten Muba,
inovasi bisa datang dari mana saja, dalam hal ini ada inovasi Skat campuran antara serbuk karet alam dan aspal, ucapnya.

Sejauh ini, kata Deded, teknologi aspal bercamlur karet yang digunakan Kementerian PU PR yakni teknologi berbasis cair atau latex. Dimana karet langsung dicampur dengan aspal, untuk di Sumsel telah diterapkan di Jalan Nasional Tebing Tinggi-Lahat sepanjang 11 Km.

Teknologi Skat ini patut diapresiasi, untuk konvensional dapat dilalui 15.000 lintasan dengan tonase besar, teknologi Skat ini bisa 2.500 lintasan. Namun teknologi Skat ini masih perlu dilakukan pengembangan agar lebih baik lagi, ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Muba, H Herman Mayori ST.MT menambahkan, terdapat tiga teknologi yang digunakan dalam aspal karet yakni teknologi berbasis latex atau karet cair, teknologi berbasis masterbek atau kompon padat, dan terknologi berbasis serbuk karet sekat. “Untuk uji coba ini, kita gunakan teknologi ketiga yakni aspal bercampur serbuk karet alam, pungkasnya. (Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *