Masyarakat Demo Ancam Tutup Pembangunan Jalan Tol

  • Bagikan

OKI, Meteorsumatera – Puluhan warga Desa Arisan Buntal dan Desa Celikah Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati OKI terkait dampak negatif dari proyek pembangunan Jalan Tol ruas Mesuji-Kayuagung-Palembang, Senin (15/10/2018).

Dalam pernyataan sikapnya, Perwakilan warga Desa Arisan Buntal dan Celikah, Samari, M.Nur, Irsan JHB, dan Irawadi yang juga didampingi Sarikat Hijau Indonesia (SHI) Kab. OKI yang dimotori Jamaludin, Saripudin Goesar, dan M Kanda Budi Setiawan mendesak Pemerintah Kabupaten OKI dan menuntut PT Waskita Karya bertanggung jawab (1) memperbaiki kerusakan jalan dan polusi udara (debu) di jalan poros Desa Arisan Buntal.

Akibat beban angkutan material pembangunan jalan tol, (2) menghidupkan kembali tanaman buah-buahan warga Desa Arisan Buntal yang mati dan ikan-ikan kolam yang hilang akibat banjir disebabkan oleh penimbunan jalan tol, (3) mengganti kerusakan rumah warga Desa Celikah akibat pergeseran tanah disebabkan oleh beban timbunan stock file batu koral material jalan tol.

Dan, (4) jika dalam waktu 7 hari tidak ada respon dari PT Waskita Karya, maka warga akan memblokir jalan dan menghentikan segala aktivitas pembangunan jalan tol.

“Ada beberapa tuntutan yang harus direalisasikan PT Waskita. Jika tidak, kami tidak segan menutup operasional PT Waskita,” kata Perwakilan masyarakat Desa Arisan Buntal dan Celikah, Samari, M Bur, Irsan JHB, dan Marzuki didampingi Serikat Hijau Indonesia, Jamaludin dan Sarifudin Gushar serta M Kanda Budi Setiawan.

Mereka mengaku sudah melaporkan perihal dampak pembangunan jalan tol ke PT Waskita, namun sampai saat ini tidak diindahkan.
Persoalan dampak negatif pembangunan jalan tol, masih kata dia, seperti terjadinya kerusakan 4 rumah sebagai impact pergeseran tanah di sekitar operasi perusahaan, kolam ikan yang ditimbun, debu bertebaran dimana-mana sehingga menganggu kesehatan warga.

“Kerusakan rumah sudah terjadi sejak 5 bulan lalu. Bahkan kondisi rumah bergeser sekitar 2 meter. Ya, sudah dilaporkan ke Waskita, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Mereka bilang akan mengganti rugi tiga hari setelah Lebaran, tapi sampai saat ini tidak ada kabar,” ujar Marzuki.

Menyikapi hal itu, Asisten I Bidang pemerintahan Setda OKI H Antonius Leonardo mengatakan pihaknya siap menampung aspirasi warga dan siap memediasi masalah ini.

“Kami minta warga mengumpulkan data terkait kerusakan rumah, kebun duku, duren dan lainnya yang terendam banjir dan lainnya,” ujar Antonius seraya meminta Badan Pertanahan OKI dapat mendampingi warga meninjau kerusakan dimaksud.

Pantauan awak media ini, aksi demo warga tersebut tertib dan kondusif serta dalam pengamanan personil pihak Polres OKI, Polsek Kayuagung, Danramil serta Kodim 0402 OKI-OI.

Namun sayang, hingga mediasi warga dengan Pemkab OKI selesai, tidak satupun perwakilan dari pihak PT Waskita Karya. (Nan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *