Banyaknya Pelabuhan Batu Bara Hancurkan Sungai Dawas

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera –¬†Banyaknya pelabuhan pertambangan batu bara di Sungai Dawas, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Provinsi Sumatera Selatan, diduga tidak memerhatikan kelestarian lingkungan diduga salah satu faktor yang merusak kelestarian Sungai dawas yang ada di Desa Pinang Banjar dan Kelurahan Sungai Lilin juga anak sungainya.

Akibatnya, sungai itu menyempit dan airnya tercemar sehingga selama ini menganggu jalur Sungai terhadap para Nelayan selama ini dan berbagai elemen masyarakat dan para Nelayan beraktivitas.

Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud mengatakan kepada awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin (22/10) amengatakan, Bahwa pelabuhan-pelabuhan yang ada di jalur Desa Kami ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat baik para Nelayan,pengrajin atap yang sering melintasi jalur tersebut.

Kades menambahkan, pelabuhan pertambangan batu bara di hilir Sungai sangat tidak memerhatikan aspek lingkungan.Di tambahkan lagi Pelabuhan tambang batu bara yang ada di sungai Dawas Desa pinang Banjar tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat. Warga yang dulu berkebun bernelayan,mencari daun nipah di dekat hilir sungai justru terganggu denagn penyempitan Sungai tersebut.

Mereka juga sangat kuatir dengan adanya pelabuhan batu bara yang mecemari air tersebut, air yang dimanfaatkan PDAM untuk di kosumsi oleh masyarakat Kecamatan Sungai Lilin karena telah hancur dan tercemar, oleh debu batu bara.

Dengan sisa pencucian batu bara di lokasi pelabuhan terbawa sampai ke hilir dan mencemari sepanjang aliran Sungai Dawas Padahal, sungai ini merupakan sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Sungai Lilin yang dikonsumsi oleh warga Sungai Lilin khususnya.

Sementara itu, Aman Mahmud juga menyampaikan, ada perusahaan tambang yang memiliki lokasi pelabuhan batu bara di hilir Sungai Dawas, yakni PT.Tribeni, PT Batu Rona, PT PMC dan di tambah lagi PT. PMK, PT TLT, PT Hindoli, PT Conoco Philips dan masih banyak lagi, kata Kades Desa Pinang Banjar.

Di tempat terpisah masyarakat nelayan Nazaruddin dan Aswan 50 tahun mengatakan saat di bincangi oleh meteorsumatera.com mengatakan bahwa,saya sangat terganggu akibat dermaga yang begitu banyak sehingga membuat penyempitan jalur Sungai yang setiap hari saya lewati pak.

Nazaruddin juga menyinggung tercemarnya air sungai tersebut kini penghasilan kami justru berkurang drastis yang hulunya sebelum ada pelabuhan batu bara penghasilan saya sehari hari sebagai nelayan mencapai 100 kg sampai 50 kg kini cukup sulit untuk mecari penghasilan seperti sebelumnya.

Nazaruddin berharap kepada pemerintah terkait untuk menindak tegas pelabuhan yang merusak lingkungan di Sungai Dawas Kecamatan Sungai Lilin dan hanya sebagai nelayanlah saya sehari hari mencari rezeki untuk menghidupi keluarga dan anak sekolah pak, katanya sedih. (Doyok)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *