Tenggelam di Sungai Komering Dua Kakak Beradik Belum Ditemukan

Kayuagung, Meteorsumatera –  Kabupaten OKI, dua orang kakak beradik bernama Ali Sakban (27) dan Edi yang sering di panggil yoyok (28) tenggelam terbawa arus sungai, sekira pukul 13:35 WIB, Jum’at (7/9) siang.

Kejadian bermula saat kedua penjaga kebun karet di RT 06 Kelurahan Kedaton yang belum sempat diketaui oleh pihak media orangtuanya, ingin berenang di Sungai Komering, saat berada di tengah sungai tiba-tiba keduanya tenggelam. beruntung Edi yang sering di panggil yoyok masih bisa selamat, namun sang adik bernama Ali Sakban (27) tenggelam terbawa arus sungai, sampai saat ini belum juga diketemukan sampai berita ini diturunkan belum ada informasi tambahan.

Korban yang sempat selamat dalam kejadian ini, Edi alias Yoyok saat dikompirmasi mengatakan, “saat itu kami tengah berenang, setiba di tengah sungai tiba-tiba kami tenggelam dan saya sempat ingin menolong adik saya namun saya tidak tahu kenapa terasa berat sekali saat ingin menarik Ali sakban ke pinggir sungai,” ujar pria yang tinggal di kedaton di belakang Pesantren Fisabilillah Kayuagung.

Saat ini warga dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI tengah melakukan pencarian korban dengan menyusuri Sungai Komering dari titik kejadian, bahkan satu unit mesin untuk menyelam dan perahu karet juga diturunkan.

Kepala Bidang Logistik dan Bencana (BPBD) OKI, Umar Hasan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berusaha melakukan pencarian korban, “Kalau dilihat kondisi sungai saat ini sedang surut, arus tidak terlalu deras dan kedalaman airpun tidak terlalu dalam dan kita tetap berusaha semaksimal mungkin dengan kekuatan yang ada sampai korban bisa diketemukan, “tutur Umar Hasan.

Sementara, Lurah kelurahan Kedaton, A. Sahri S.Sos saat dikompirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, pihak BPBD OKI dibantu warga setempat saat ini sedang berusaha mengevakuasi kejadian dengan melakukan penyelaman di titik lokasi dan penyisiran disepanjang sungai komring dengan menggunakan dua buah perahu ketek juga satu buah perahu karet, “jelasnya. (Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *