Aksi Bersih Sungai Enim “HLHS 2018” Dengan Lomba Rakit Tradisional

  • Bagikan

Muara Enim,Meteorsumatera – Sebanyak 75 tim mengikuti lomba Rakit Tradisional, yang di gelar oleh PT Bukit Asam Tbk dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Bukit Asam 2018, sekaligus Dirgahayu RI ke 73 yang di gelar di Sungai Enim,Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Minggu (5/8/2018) pagi.

Pembukaan kegiatan dengan mengangkat tema “Beat Plastic Pollution” itu hadiri oleh Direktur Operasi dan Produksi (OP) PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Muara Enim, Ir Kurmin, Sekretaris Wilayah Camat (Sekwilcam) Lawang Kidul, H Safranuddin BBA, Kapolsek Lawang Kidul, AKP Imanuhadi SIK, General Manager (GM) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE), Suhedi, Satker Humas PTBA,H Saman, Ketua Panitia,dan peserta lomba Rakit Tradisional dari berbagai perwakilan daerah.

Kegiatan sendiri diawali dengan De ville oleh semua peserta lomba rakit yang di pusatkan di areal Fasilitas Sosial (Fasos) Ex Sentral PTBA, lalu kemudian di berikan Alat Pengamana Diri (APD) untuk dikenakan kepada masing-masing tim yang dalam satu timnya terdiri dari dua orang, untuk kemudian menuju Sungai Enim, tepatnya di Pulau Yahya yang berlokasi di Talang Gabus, dengan menyusuri aliran Sungai Enim hingga finis di belakang Fasos/Taman Love Tanjung Enim.

Pejabat Bupati Muara Enim Teddy Meilwansyah S. STP, MM diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Ir Kurmin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada managemen PTBA di hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, dimana pihak PTBA mengambil tema yaitu bebas sampah plastic, yang dirangkaikan dengan lomba Rakit Tradisional.

“Saya sempat bisik-bisik dengan GM UPTE pak Suhedi, jadi sepanjang lomba nanti tolong di ambil sampah plastik di sepanjang Sungai Enim yang akan dilalui nanti, mengingat ini menjadi salah satu penilaian oleh dewan juri. Jadi hanya sampah plastik saja. Mungkin bila diluar sampah plastik nanti akan terurai dan tidak akan muat di rakit yang akan bapak ibu gunakan. Sehingga semua sampah plastik disepanjang alur yang dilewati, dalam rangka lomba ini benar-benar bisa diambil,” ucapnya.

Kurmin mengajak dengan adanya peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan tema “Bebas Sampah Plastic” yang dicanangkan oleh PTBA, juga dirangkai dengan lomba Rakit Tradisional ini, akan membangun kesadaran kita bersama, terutama kepada masyarakat agar kedepan bagaimana bisa menjaga lingkungan ini dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya dialiran sungai. Dan untuk itu kita harus membangun kesadaran bersama masyarakat supaya kedepan tidak lagi membuang sampah plastik atau sampah ramah tangga ke Sungai Enim.

“Sebelumnya mohon maaf bapak pejabat Bupati Muara Enim tidak bisa hadir, karena beliau harus mendampingi pak Gubernur Sumsel memenuhi undangan dari Menteri Keuangan di Jakarta, sehingga tidak dapat hadir bersama kita pada kegiatan kali ini,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi (OP) PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto saat membuka lomba Rakit Tradisional mengatakan, kegiatan ini digagas pada saat pembukaan upacara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 7(HLHS) pada bulan Juli kemarin, yang dilaksanakan oleh PT Bukit Asam Tbk di halaman Kantor Pusat PTBA Tanjung Enim.

“Saat itu saya katakan seluruh kegiatan PT Bukit Asam yang terkait dengan Tanjung Enim, saya selalu minta dikemas dengan konsep wisata. Karena apa? Karena kita sedang mencanangkan bahwa Tanjung Enim adalah Kota Destinasi Wisata Sumsel. Maka jangan bikin acara diam-diam cuma bikin laporan kedinas Lingkungan Hidup, bahwa sudah ada kegiatan ini, tetapi masyarakat tidak tahu bahwa ada kegiatan,” ungkapnya.

Suryo Eko berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara periodik, sehingga sungai Enim ini bisa bersih dan terbebas dari sampah plastik serta menimbulkan kesadaran bahwa jangan membuang sampah di sungai, apalagi plastik.

“Ya mudah-mudahan juga pemerintah kecamatan Lawang Kidul juga menginisiasi bagi toko-toko yang masih menggunakan plastik ada pajaknya.Jadi ada pendapatan bagi kecamatan sambil mengemban misi anti plastik. Silahkan saja pakai plastik, tapi satu plastik kalau keluar dari toko ada pajaknya, yang nantinya bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), supaya plastiknya tidak sembarangan menyebar kemana-mana,” harapnya.

“Selamat berlomba dan fokus, jadi bukan siapa yang sampai lebih pertama di garis finis, tetapi siapa yang berhasil mengumpulkan sampah dengan banyak dan berat, khusus nya sampah plastik dan tidak boleh ada air nya di dalam sampah plastik. Kagek calak pulo, kantong asong di isi banyu laju berat galo,idak ya, tolong jangan calak. Hadiahnyo ado walaupun kalah masih tetap ado. Jadi dapat galo, tetapi bagi yang juara dapatnya pasti lebih besak,”ujar Suryo Eko dengan sedikit bercampur dialek daerah setempat. (HAI)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *