Puskesmas Sungai Lilin Gelar Penyuluhan TBC di Desa Pinang Banjar

MUBA, Meteorsumatera – UPT Puskesmas Kecamatan Sungai Lilin mengadakan sosialisasi penyakit TBC di Balai Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kab Muba Jum’ at (27/7).

Dr Eris Purnamalia Tenaga UPT Puskesmas Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba di dampingi 4 stapnya untuk memberikan bimbingan kepada warga Desa Pinang Banjar menjelaskan bahwa untuk mencegah penyakit TBC yang sulit diberantas dimasyarakat karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC.

Acara penyuluhan ini dibuka langsung oleh Kepala Desa pinang Banjar Aman Mahmud dalam sambutannya beliau menghimbau kepada warganya untuk waspada dengan penyakit ini, karena penyakit ini penularannya sulit dideteksi dan penyebaran virus ini sangat sulit dihindari.

Aman Mahmud juga menghimbau warganya bila ada tanda-tanda gejala teserang TBC segera mengecek ke Puskesmas agar bisa mengetahui warganya ada terserang penyakit tersebut.”ucapnya.

Dalam penyuluhan tersebut, selaku Dokter Kesehatan UPT Puskesmas Sungai Lilin menghimbau agar masyarakat dapat mewaspadai akan penularan penyakit TBC .

Dr Eris Purnamalia juga menambahkan bila ada satu warga terinfeksi penyakit TBC segera untuk diajak berobat mengecek sample dahaknya untuk mengetahui si penderita positif atau negatif terserang TBC. Apabila ada warga yang positif terserang maka pasien tersebut diharapkan berobat tuntas 6 bulan minum obat secara rutin sampai dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Karena apabila penderita tidak sampai tuntas minum obat dan sakit semakin parah, maka kematian yang akan jadi ancamannya. Seperti kita tahu, Penyakit TBC ini masih merupakan penyakit nomer tiga mematikan di Indonesia.

sosialisasi tentang TBC dari Puskesmas Sungai Lilin, Ia juga menghimbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindari dari segala penyakit.

Acara ini Dihadiri oleh Kepala Desa dan seluruh perangkat, Dokter Puskesmas Sungai Lilin dan Staf Puskesmas dan warga desa.

Harapan kami selaku tenaga kesehatan dengan penyuluhan ini masyarakat dapat memahami apa itu penyakit TBC dan tidak menimbulkan sentimen di masyarakat desa bahwa penyakit TBC itu bukan penyakit guna-guna. Dan juga kami mengaharapkan penyakit ini bisa tuntas, pungkasnya Dr Eris purnamalia.(Sudarmanto/ Doyok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *