50 Satgas PATBM Resmi di Lantik

MUBA, Meteorsumatera– Secara luas, di Indonesia masih sering ditemui kejadian diskriminasi kaum perempuan, serta eksplorasi terhadap anak yang semakin meresahkan baik di perkotaan bahkan sampai di pedesaan, tentunya hal ini tidak diinginkan terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Melalui fasilitas P2TP2A kita tingkatkan inisiatif masyarakat dalam upaya pencegahan dan respons cepat kekerasan terhadap anak dengan pembentukan satgas perlindungan anak berbasis masyarakat (BATBM)Rabu (2/5).

Pelantikan satgas PATBM melalui P2TP2A untuk mencegah hal tersebut terjadi serta dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan, kesejahteraan, keadilan dan kesetaraan gender serta perlindungan hak bagi anak bukanlah semata-mata tugas dan tanggungjawab dari pemerintah semata, melainkan seluruh masyarakat sebagai komponen bangsa dan unsur pembangunan hendaknya menyadari bahwa hal diatas adalah tanggungjawab bersama dan harus ditegakkan demi masa depan social dan pembangunan bangsa yang lebih baik.

Hal ini juga disampaikan oleh Camat sungai Lilin yang diwakili oleh sekcam Effendi SH dalam sambutannya sekaligus melantik 50 satgas PATBM dari tiga desa dua kelurahan di Kelurahan Sungai Lilin Kelurahan Lilin Jaya, Desa linggosari,Desa Srigunung dan Desa Berlian Makmur masing-masing di tunjuk dari unsur pemerintah Desa atau ibu-ibu PKK pada saat membuka secara resmi Kegiatan Pasilitas Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) Rabu pagi pukul 9.00 wib bertempat di Gedung serbaguna Kecamatan Sungai Lilin

Sekcam berharap dengan terbentuknya satgas perlindungan anak di Kecamatan Sungai Lilin dapat membantu mencegah kekerasan terhadap anak baik kekerasan secara fisik maupun secara fisikis.
Mudah-mudahan dengan terbentuknya satgas di desa- desa kekerasan terhadap anak bisa teratasi, harapnya.

Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Musi Banyuasin Dewi Kartika SE Msi mengatakan bahwa program ini dapat lebih dioptimalkan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan kesehatan kaum ibu dan anak serta media dalam rangka mencari solusi segala permasalahan terutama yang berkaitan dengan kejadian sosial kaum perempuan dan anak.

Selanjutnya dikatakan pula bahwa dewasa ini telah terjadi pergeseran nilai yang diakibatkan pengaruh negatif arus globalisasi yang terpapar langsung kepada generasi muda dengan indikasi pergaulan bebas yang marak terjadi, kebiasaan generasi muda terhadap budaya negara barat bahkan narkoba yang selalu mengancam generasi muda serta dengan segala permasalahan yang ditimbulkan.

Untuk itu, pemerintah daerah hendaknya dapat berkomitmen dan berperan aktif dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan orang tua yang berperan sebagai control social terhadap yang terjadi ditengah komunitas masyarakat. Hal ini menjadi penting karena dikhawatirkan pengaruh negatif dengan segala permasalahan yang ditimbulkan akan merusak satu generasi yang akan membawa nasib pembangunan daerah menjadi lebih buruk.

Pada Kesempatan yang sama, Usman Basuni yang mewakili deputi pusat penanganan penghapusan KDRT juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak lain untuk memotivasi keikutsertaan dan pemberdayaan dan pembinaan kaum perempuan dan juga sebagai sarana koordinasi perlindungan anak pada tingkat kecamatan dan desa.
Diharapkan pula melalui pengintegrasian tiga unsur pemerintah daerah, kaum pengusaha dan masyarakat pencapaian yang telah direncanakan, yaitu peningkatan taraf kesehatan dan kesejahteraan kaum perempuan serta perlindungan anak dapat diwujudkan.

Hadir dalam pelatikan (BATBM) Usman Basuni mewakili deputi pusat menangani penghapusan KDRT, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kab Muba Dewi Kartika SE Msi dan rombongan, Danramil Sungai Lilin Infal M Yamin, PPA Polres Muba Brigpol Rini Agustini SH MH, Sekcam Sungai Lilin Effendi SH dan staf serta Satgas dari 2 Kelurahan dan 3 Desa turut hadir. (Sudarmanto/ doyok)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *