Dinilai Kurangnya Persiapan, Peserta Monitoring Kepanasan

MUBA, Meteorsumatera- Kunjungan Kerja (Kunker) Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba) antusias disambut masyarakat Kecamatan Batung Lincir, Kamis (26/4) Sekitar Pukul 14.00 Wib di halaman Gedung Serba Guna Bayung Lincir.

Pada acara yang dihadiri Ratusan warga dari berbagai desa dalam kecamatan Batung Lincir tersebut sehingga ruangan tempat dilaksanakan acara semua kursi penuh sehingga beberapa undangan yang hadir berdiri diluar ruangan.

Beni dalam sambutannya mengatakan serius dalam mewujudkan pemerataan dan Kesejahteraan masyarakatnya kemudian memprioritaskan reforma agraria melalui Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS) yang pengelolaannya nanti akan dilakukan secara individu dan kelompok masyarakat.

Menurutnya persoalan utama masyarakat Muba, satu diantaranya terkait legalitas atau perlunya kepastian hukum dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan. Dengan lemahnya hak legal telah memunculkan konflik. Konflik agraria di Muba sangat tinggi dan lambat diselesaikan. Lahan yang kita usulkan ini mudah-mudahan dapat menjamin legalitas dan kepastian hukum, ujarnya rapat koordinasi evaluasi dan monitoring program pembangunan kecamatan Bayung Lencir

Beni menjelaskan, tim Satgas percepatan penyelesaian konflik agraria yang dibentuk Pemkab Muba telah banyak menyelesaikan sengketa warga Muba, dan yang terbaru menyelesaikan permasalahan antara PT Bumi Persada Permai dengan warga Desa Sinar Harapan Kecamatan Tungkal Jaya yang isinya kedua belah pihak sepakat melaksanakan kemitraan dalam bentuk hutan tanaman pola kemitraan.

“Saya sengaja minta dilakukannya MOU disini agar bisa memacu motivasi warga Bayung Lencir juga bisa menyelesaikan permasalahan agraria”, ujarnya

Ditambahkan Beni, penyelesaian permasalahan agraria tidak perlu ke pengadilan, saling lapor melaporkan asal kedua belah pihak memiliki niat baik yang sama menurutnya bisa terselesaikan.

Selain itu, beni juga menyerahkan sertifikat PRONA untuk masyarakat dari BPN dan menyerahkan 2842 lembar e-KTP masyarakat kecamatan Bayung Lencir.

Namun kehusukan acara terganggu akibat panasnya ruangan acara dikarenakan kipas angin disediakan panitia tidak bisa memberikan rasa sejuk dan nyaman kepada undangan, tidak konsentrasi rata-rata tamu yang hadir sibuk mengipasi dirinya sendiri

Sehingga apa yang diutarakan Plt Bupati tidak didengarkan. Berdasarkan pantauan dilokasi acara panas lebatnya tempat acara yang disediakan pihak kecamatan tidak cukup hanya seadanya saja atau kurangnya persiapan panitia, terlihat juga para Kepala Dinas dan Instansi terkait ikut kepanasan, walau suasana tidak mendukung acara sukses dilaksanakan. (Sudarmanto/Doyok)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *