40 KK Terantam Terisolir Diduga Imbas Pembangunan Jembatan Ganda

MUBA, Meteorsumatera- Proyek Pembangunan Jembatan ganda terletak di Desa Pinang Banjar dan Kelurahan Sungai Lilin hingga kini belum selesai pembangunannya, Akibat proyek itu warga desa tersebut merasa dirugikan terutama warga Rt 01 Rw 01 terancam terisolir dikarenakan  tidak mempunyai akses jalan yang layak bagi warga yang beranggotakan 40 Kepala Keluarga (KK) ini.

Seorang warga mengaku bernama Saibi (50) warga setempat mengatakan bahwa dirinya dan penduduk lain sudah 14 tahun menetap desa namun belum pernah merasakan jalan yang bagus sehingga mempermudah bagi masyarakat untuk pergi ke luar desa.

Namun demikian lanjutnya dirinya hanya bisa mengeluh dan merenungi nasib kami disini, kami disini mencari makan membuat atap dari daun nipah, semenjak dibangunnya proyek jembatan ganda itu desa kami merasa tertutup, terangnya.

Beruntung warga desa ini mempunyai Kepala Desa yang memperhatikan dan peduli terhadap warganya, dia adalah Aman Mahmud, melihat warganya kekusahan timbul dalam hati Kepala Desa ini untuk membuat terobosan membuat jalan alternatif dikerjakan secara gotong royong.

Sayangnya ujar Kades hingga kini jalan yang dibangun masyarakat itu belum bisa digunakan karena belum ada anggaran untuk menyelesaikannya. Kades menjelaskan bahwa jalan alternatif itu sepanjang satu kilometer dibuat warga secara manualengan seiring waktu aktivitas warga dan Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud untuk melakukan terobosan membikin akses Jalan alternatif secara gotong royong,Namun sampai saat ini jalan tersebut belum bisa dilewati,Karena terbenturnya masalah anggaran yang belum ada.

Dia juga menjelaskan Selasa (13/3) sekitar pukul 14.00 Wib mengatakan bahwa ada warga yang mau menghibahkan tanahnya sepanjang satu kilometer

Hanya itu yang bisa kami lakukan tapi itu jauh dari kelayakan, kami harapkan dari pihak pemerintah ini bisa di jadikan Jalan poros untuk akses warga tersebut.

Sejauh ini sudah mengusulkan melalui musrembangcam ataupun melalui usulan proposal yang kami ajukan ke dinas terkait. Kades juga mengatakan sekitar 3 bulan lalu kami pemerintah desa.

Aman Mahmud juga menambahkan Kedepan harapan kami selaku Kepala Desa Jalan alternatif bisa terealisasi menjadi akses jalan poros dan jmenginginkan warga untuk pindah di permukiman tersebut yang jelas setatus tanahnya.”pungkasnya. (sudarmanto/Doyok)

Respon (9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *