Masyarakat Muba Tidak Bisa Dibodohi

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera- Menjelang Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan mulai memanas, masyarakat di Bumi Serasan Sekate mulai terusik dan marah atas statemen salah satu kandidat Bakal Calon Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (MY) yang mengatakan Kabupaten Musi Banyuasin Kabupaten termiskin mulai bermunculan.

Seperti dikatakan Suryadi (42) warga Kecamatan Sanga Desa mengatakan pernyataan seperti itu tidak baik diucapkan semata mata untuk menjatuhkan musuh politik dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel mendatang. Namun bapak 3 anak ini menegaskan bahwa rakyat sekarang tidak bodoh lagi, sudah pintar perkataan apapun tidak pengaruh, malah pernyataan seperti itu akan menjatuhkan dirinya sendiri.

Memang sewaktu saya sekolah di Palembang dibawah tahun 2000 terus terang saya malu menjadi warga Muba namun tahun 2002 hingga sekarang saya bangga menjadi warga Muba karena Muba salah satu kabupaten terdepan di Indonesia itu artinya Muba jauh lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera lagi. Saya cuma berpesan agar para Kandidat jangan memperkeruh suasana, cetusnya.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi pernah angkat bicara menanggapi pernyataan mantan Bupati OKU tersebut, kini giliran Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi yang menanggapi statemen tersebut.

“Jangan sampai warga Muba marah, kalau warga marah baru tau rasa,” cetus putra daerah Bumi Serasan Sekate tersebut.

Dijelaskan, berkat kerja keras dan program-program Pemkab Muba, berdasarkan hasil survei yang dirangkum dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muba tercatat penduduk miskin di Muba turun sebanyak 5 ribu warga.

“Dari 2015 data kemiskinan di Muba tercatat ada sebanyak 112.000 dan 2016 turun menjadi 106.000. Penurunan ini berjumlah 1,08 persen atau ada sebanyak 5 ribu warga di Muba yang terlepas dari kemiskinan, atau kalau mau data yang lengkap silahkan yang bersangkutan cek ke BPS Muba,” tuturnya

Menurutnya, persoalan roda Pemerintahan dan kepentingan masyarakat jangan dikaitkan dengan urusan Pilkada.

“Kalau bicara harus pakai data fakta, kalau seperti ini hanya memicu amarah saja dari masyarakat Muba. Saya pribadi tidak terima Muba dibilang daerah termiskin,” tegasnya ( Adie S)

Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 3 ini juga mengingatkan kepada seluruh kandidat untuk tidak mencari simpatik masyarakat dengan cara yang salah.

“Ini jelas caranya salah, yang ada hanya menyulut kemarahan warga Muba saja, tolonglah kalau kita berpendidikan harusnya dengan cara yang berpendidikan, kecuali kalau pendidikannya lemah ya,” tukasnya. (Adie S)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *