Aliran air PDAM Keluar Angin Tagihan Membengkak

  • Bagikan

MUBA, Meteorsumatera- Pelayanan air bersih dari PDAM Desa Peninggalan Km 152 Kecamatan Tunggkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin(Muba) tidak memuaskan. Warga bahkan sampai saat ini PDAM tak berlaku adil. Tagihan mahal, bahkan Meteran PDAM dicabut jika telat bayar, dan sementara pelayanan air bersih PDAM selalu tidak optimal yang keluar angin bukan air, seperti yang di alami oleh Rumah Makan Ampera Sederhana Beberapa Hari yang lalu.

Selama ini Keluhan soal pelayanan PDAM ini disampaikan pemilik RUMAH MAKAN AMPERA SEDERHANA, “Di sini air PDAM hanya mengalir di waktu-waktu tertentu saja. Bahkan dalam satu minggu selalu ada satu hari di mana air tidak mengalir sama sekali,” ungkap ALI IMRAN pemilik Rumah makan tersebut Kamis (22/02/2018 ).sekitar pukul 14.00 WIB di rumah makan tersebut.

konsumen air bersih sangat kesal dan dan marah akibat pembayaran yang tidak sesuai dengan penggunaan sehari-hari bisa mencapai kisaran Rp 500.000,1000.000 bahkan sampai Rp.2000.000 dan masyarakat tentunya akan melayangkan surat keluhan pada YLKI musi banyuasin (MUBA) dan permintaan agar PDAM melakukan pembenahan aliran air di wilayahnya.jelasnya lagi.

Salah satu warga desa peninggalan, kecamatan tungkal jaya, yang tak mau di sebut namanya mengharapkan , tim PDAM agar tidak mengulangi dan melakukan Pemutusan atau Pencabutan Meteran PDAM, warga sudah bosan dengan cara- cara seperti Yang dilakukan oleh petugas PDAM selama ini , warga dengan kondisi seperti ini (kekurangan air bersih, red). Tapi bila hal ini terjadi terus menerus tanpa pembenahan, ini sangat mengesalkan.

“Demikian pula warga sangat bergantung kepada PDAM tapi pelayanannya tidak memuaskan,” ungkapnya.

Ditambahkan Ali Impran, bahkan menyebut reaksi warga terhadap masalah ini masih normal. Sejauh ini warga belum melakukan aksi mogok bayar. “Paling hanya adu argumen saja dengan petugas PDAM lapangan. Kami sebagai konsumen yang baik tentu masih mau bayar. Hanya saja kami juga punya hak, kami berhak menuntut agar pelayanan PDAM bisa maksimal, karena kami juga sanggup membayar kewajiban, asalkan tagihanya sesuai dengan Air yang kami pakai,” imbuhnya.

Warga lainnya, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, Air PDAM tidak lancar, dan kadang yang kita harapkan air bersih justru kadang airnya butek yang keluar ,tetapi tagihan air PDAM per bulannya lebih mahal.

Ia mengeluhkan meteran tersebut terus bergerak, padahal air tidak mengalir. “Jika keran dibuka meteran terus bergerak, ini kan sama saja kita membayar angin pak,” katanya saat dijumpai Awak Media.

Di samping itu, peraturan sangsi PDAM dengan cara mencabut sambungan bila tidak membayar tagihan tepat waktu, membuat warga merasa diperlakukan dengan tidak adil. “Kami merasa pelayanan PDAM sangat belum maksimal. Kalau bayaran telat mereka main cabut aja , Ini kan tidak adil,” pungkasnya.

warga juga menambahkan Air PDAM kadang ngalir kadang nggak ngalir, “Kadang kalau di siang hari air ngalir, cuma angin aja pak yang keluar,” bebernya.

Sedangkan warga yang lainnya mengatakan, tidak semua warga mendapat aliran air PDAM selama 24 jam. (sudarmanto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *